Menurut Widdiyanti : Langkah Strategis Memperkenalkan Ragam Hias Minangkabau Berbasis Budaya Lokal Cukup Komunikatif Melalui Batik

by -
Menurut Widdiyanti : Langkah Strategis Memperkenalkan Ragam Hias Minangkabau Berbasis Budaya Lokal Cukup Komunikatif Melalui Batik
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat berdialog dengan pimpinan Sanggar Batik Canting Buana Kreatif, Padang Panjang, Widdiyanti belum lama ini

PADANG PANJANG, SEMANGATNEWS.COM – Salah satu langkah strategis memperkenalkan ragam hias Minangkabau sebagai budaya lokal yang ada adalah melalui motif-motif yang tampil pada seni batik yang kini mulai dilirik publik.

Karya batik ini bukan hanya diperkenalkan melalui beragam busana, tetapi juga melalui bentuk deta, sal, selendang dan aksesories lain sesuai fungsinya masing masing.

Baca Juga: “Ruang Garasi” Gelar Pameran Tunggal Maestro “Urang Awak” Ipe Ma’roef di Jakarta

Hingga kekhawatiran akan lenyapnya ragam hias Minangkabau sebagai bahagian budaya yang ada di muka bumi ini di tengah-tengah perubahan dan perkembangan kemajuan zaman minimal dapat diminimalisir sebagai suatu kekuatan khas daerah Minangkabau di luar pulau Jawa yang selama ini lebih dikenal publik ketimbang batik Minang.

Eksplorasi Ragam Hias Minangkabau melalui Sal dan Deta
Eksplorasi Ragam Hias Minangkabau melalui Sal dan Deta

Hal itu disampaikan, Widdiyanti, pimpinan Sanggar Canting Buana Kreatif Batik Padang Panjang, saat ditemui Semangatnews.com di jalan Bangdes II RT X, 69, rabu pagi (20/12/23).

Menurut Widdiyanti, dosen seni kriya Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang juga asesor batik nasional itu menyebutkan, kekayaan ragam hias Minangkabau bermuatan seperangkat nilai-nilai di dalamnya menjadi komitmen dan konsep pemikiran Sanggar

Sejumlah Mahasiswa WNA Belajar Mematik Motif Minang di Kampus ISI Padang Panjang dibawah Bimbingan Widdiyanti Canting Buana Kreatif
Sejumlah Mahasiswa WNA Belajar Mematik Motif Minang di Kampus ISI Padang Panjang dibawah Bimbingan Widdiyanti Canting Buana Kreatif

Canting Buana Kreatif Batik sejak hampir satu dekade belakangan untuk terus dikembangkan di tengah-tengah masyarakatnya.Bahkan sudah menjadi kewajiban kami untuk mengedukasi setiap pengunjung yang datang maupun belajar membatik ke Sanggar Canting Buana senantiasa didahului untuk memperkenalkan motif ragam hias Minangkabau. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui seluk beluk proses pembuatan batik, juga diharapkan dapat memahami nilai-nilai dan budaya alam Minangkabau melalui ragam berbasis budaya,” jelas Widdiyanti.

Bagaimana pun seni batik sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia versi UNESCO sejak tanggal 2 Oktober 2009 yang melambangkan kehidupan manusia mulai awal hingga akhir.

Murid TK dengan hasil belajar membatik di Canting Buana Kreatif
Murid TK dengan hasil belajar membatik di Canting Buana Kreatif

“Kemudian menjadi salah satu peringatan hari penting di bulan Oktober untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dan kini ada di Minangkabau, di luar pulau Jawa, maka batik menjadi kekayaan tersendiri bagi Minangkabau yang harus ditumbuhkembangkan di tengah-tengah masyarakatnya,” tambah Widdiyanti yang tahun 2023 ini menjadi salah satu dari sepuluh tokoh masyarakat Padang Panjang penerima penghargaan dan PIN emas (Bidang Koperasi, Dunia Usaha dan UMKM) dalam rangkaian HJK (Hari Jadi kota) ke 233 yang diserahkan PJ Wako Padang Panjang Sonny Budaya Putra, Jumat kemarin 1/12/23

Selama ini, disela sela kesibukan mengajar di ISI Padang Panjang dan instruktur batik nasional, sudah menjadi kewajiban kami untuk mengedukasi setiap pengunjung yang datang maupun belajar membatik kami dahului untuk masyarakat yang datang ke sanggar memperkenalkan motif ragam hias Minangkabau yang kaya dengan nilai-nilai.

Hal ini dimaksudkan selain masyarakat mengetahui seluk beluk proses pembuatan batik, juga diharapkan dapat memahami nilai-nilai dan budaya alam Minangkabau melalui ragam hias lokal yang kaya dengan nilai-nilai di dalamnya, terlebih setelah adanya perlindungan hak cipta batik yang dihasilkan Sanggar Batik Canting Buana Kreatif diantaranya hak cipta desain batik sebagai kekuatan tersendiri sebagaimana dipersyaratkan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI.

Kami tetap mengapresiasi keinginan dan minat publik dari mana pun mereka berasal untuk menekuni dunia seni batik Minang melalui pembelajaran dan latihan langsung di Sanggar Canting Buana Kreatif Batik hingga benar-benar memahami dan mengetahui proses pembuatan batik dari awal hingga menghasilkan batik yang sesungguhnya

Dalam catatan kita ragam hias Minangkabau dengan banyak jenis, ragam dan fungsinya seperti motif Kaluak Paku Kacang Balimbiang, Lumuik Hanyuik, Bungo Panca  matohari  jo rantak malam, carano Kanso, Siriah Gadang, Bada Mudiak, Itiak Pulang Patang, Tantadu Manyasok Bungo jo Buah Nibuang, Buah Palo Patah, Taji Siarek, Paruah Anggang dan banyak lagi menjadi modal utama kami untuk kemudian dikembangkan dalam bentuk batik melalui berbagai eksplorasi sanggar tanpa menghilang bentuk asli sebagaimana yang selama ini banyak ditemui pada rumah gadang, pakaian adat, saluak deta, pakaian pengantin, songket dan banyak lagi,” ujar Widdiyanti memberi ilustrasi. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.