Polisi Ungkap Korban Sindikat Scammer Internasional di Solo Bertambah, Kerugian Tembus Rp 4,1 Miliar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kasus penipuan daring atau scammer internasional yang dibongkar aparat kepolisian di Solo terus berkembang. Hingga saat ini, jumlah korban yang terdata mencapai 133 orang dengan total kerugian diperkirakan menyentuh angka Rp 4,1 miliar.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan sejumlah korban yang mengaku mengalami penipuan berkedok investasi dan pekerjaan online dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Para korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Polisi menyebut sindikat tersebut menjalankan aksinya secara terorganisasi dengan memanfaatkan jaringan komunikasi digital lintas negara. Para pelaku diketahui menggunakan identitas palsu dan akun media sosial untuk meyakinkan korban.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menawarkan pekerjaan paruh waktu secara online dengan tugas sederhana seperti memberikan ulasan produk atau meningkatkan rating toko daring. Korban kemudian diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang.

Awalnya korban memang menerima keuntungan kecil agar semakin percaya. Namun setelah nominal transfer semakin besar, komunikasi dengan pelaku mulai terputus dan dana yang dikirim tidak bisa kembali.

Penyidik mengungkap bahwa sebagian besar korban tergiur karena dijanjikan keuntungan cepat tanpa risiko. Modus tersebut dinilai sangat efektif menjaring korban dari berbagai latar belakang usia dan pekerjaan.

Kasus ini mulai terendus setelah aparat menerima laporan dengan pola serupa dari berbagai wilayah. Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya menemukan dugaan jaringan scammer yang beroperasi di Solo.

Dalam penggerebekan yang dilakukan aparat, sejumlah perangkat elektronik, rekening bank, hingga dokumen transaksi diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga memeriksa beberapa orang yang diduga terlibat dalam operasi tersebut.

Hingga kini, proses pengembangan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan sindikat tersebut. Aparat menduga jumlah korban masih bisa bertambah.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan atau investasi online yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Edukasi digital dinilai penting untuk mencegah kasus serupa.

Kasus scammer internasional ini menjadi salah satu pengingat bahwa kejahatan siber terus berkembang dengan berbagai modus baru. Aparat meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan serupa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.