Anwar Ibrahim Tolak Keinginan Mahathir Bentuk Pemerintahan Belakang Pintu

oleh -

Perseturan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Semakin Panas?

Semangatnews,KL- Anwar Ibrahim yang telah diprediksikan PM ke 8 setelah Mahathir (7), tidak berjalan mulus. Apalagi adanya rencana lain dari PM Mahathir Mohammad.

Anwar Ibrahim tegas.Dia mengkritik usulan pemerintahan persatuan yang diajukan Mahathir. “Saya menolak segala bentuk pemerintahan di belakang pintu,” kritik Anwar.
Dia menegaskan, tiga partai koalisi PH telah menunjuknya sebagai kandidat PM.

Hubungan Anwar-Mahathir memang kerap mengalami panas dan dingin selama lebih dari 20 tahun. Hubungan antara Anwar dan Mahathir diperparah dengan krisis terbaru setelah Mahathir dipaksa menentukan tanggal suksesi seperti janji transfer kekuasaan kepada Anwar.

Baca Juga:  Sehari bersama Artis Artis Lagendaris; Catatan Ilham Bintang

“Kita memperkirakan peningkatan ketidakpastian menjadi krisis politik di Malaysia akan berlangsung beberapa pekan mendatang,” demikian keterangan Fitch Solutions, perusahaan analis ekonomi.

Selain hubungan personal, politik Malaysia memang kerap dipengaruhi kepentingan etnik dan agama. Negara berpenduduk 32 juta itu didominasi etnik Melayu, selain China dan India.

Sebelumnya, Mahathir mengajukan pemerintahan persatuan lintas partai yang memberikan otoritas lebih luas kepadanya. Mahathir kemarin menegaskan bahwa dia akan kembali menjadi PM hingga masa jabatan berakhir jika dia mendapatkan dukungan parlemen.

Baca Juga:  Diaspora Indonesia di 12 Negara Gugat Presidential Threshold 20 Persen

“Jika itu benar bahwa saya akan mendapatkan dukungan, saya akan kembali lagi. Jika tidak, saya akan menerima siapa pun yang dipilih,” ujarnya.

Dia mengungkapkan saat ini bukan waktunya mundur. Dia berkilah bahwa dia mengundurkan diri untuk memberikan kesempatan bagi parlemen dalam menentukan siapa yang akan menggantikannya.(smngtnews/sindonews)

No More Posts Available.

No more pages to load.