Aturan PPKM Darurat Daerah Luar Jawa-Bali, Termasuk Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi

oleh -
Ilustrasi PPKM Darurat di Bukittingi, Padang, Padangpanjang

SEMANGATNEWS.COM – 3 kota di Sumatera Barat (Sumbar) seperti Kota Padang, Kota Padangpanjang, Kota Bukittingi masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di luar Pulau Jawa dan Bali.

PPKM Darurat luar Jawa Bali mulai berlaku 12 Juli 2021. PPKM Darurat diperluas ke 15 daerah di luar Jawa-Bali, meliputi kabupaten kota di sejumlah provinsi.

Rinciannya yakni, Kota Tanjung Pinang dan Batam (Kepulauan Riau), Kota Singkawang dan Pontianak (Kalimantan Barat), Kota Padang Panjang dan Bukittinggi (Sumatera Barat).

Lalu, Kota Bandar Lampung (Lampung), Kota Manokwari dan Sorong (Papua Barat), Kota Bontang, Balikpapan, Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), Kota Padang (Sumatera Barat), Mataram (NTB), dan Kota Medan (Sumatera Utara).

Baca Juga:  LPM Kelurahan Payobasuang Melaju Ke 6 Besar Tingkat Provinsi

Berikut aturan lengkap PPKM darurat 3 kota di Sumatera Barat (Sumbar) seperti Kota Padang, Kota Padangpanjang, Kota Bukittingi

1. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH).

2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seperti sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat Pendidikan atau Pelatihan dilakukan secara daring/online.

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen Work From Office (WFO).

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Berikan Bantuan Paket Produk Hortikultura Untuk Petani Di Latina

4. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat.

No More Posts Available.

No more pages to load.