BPS Gelar FGD Padang Panjang Dalam Angka

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Panjang menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyamakan data dalam penyusunan publikasi Padang Panjang Dalam Angka Tahun 2021.

Acara dibuka Wakil Walikota, Drs. Asrul di Ballroom Mifan Water Park, Selasa (9/2).

Dalam sambutannya, Asrul mengatakan, sebelum data pemerintah dipublikasikan, harus dikoordinasikan dan disepakati institusi yang diakui pemerintah sebagai penyedia data, yaitu Badan Pusat Statistik dengan instansi atau OPD sebagai sumber data. Jangan sampai setelah data dipublikasikan, muncul perdebatan dan permasalahan.

Baca Juga:  Payakumbuh Mengumumkan, Terjadi Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19

Ditambahkannya, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 39 Tahun 2019 tanggal 17 Juni 2019 tentang “Satu Data Indonesia” disebutkan, agar kebijakan tata kelola data pemerintah menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagi-pakaikan.

“Data yang berkualitas sangat dibutuhkan dan diperlukan dalam menyusun perencanaan, evaluasi, membuat keputusan dan memformulasikan kebijakan agar sasaran kegiatan yang telah ditetapkan, dapat dicapai dengan efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Pessel Rudi Hariyansyah; Normalisasi Batang Tapan Butuh Dana Rp 163 Milyar

Dikatakannya, hal ini juga sejalan dengan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam Pasal 31 dijelaskan bahwa perencanaan pembangunan didasarkan oleh data dan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut dia, diperlukan koordinasi yang cukup intens untuk menyinkronkan data-data yang akan diterbitkan nantinya. “Pemerintah daerah juga harus mempunyai basis data (database) yang terpercaya, valid, dan senantiasa diperbarui. Setiap OPD harus mempunyai database yang terbaru (up to date),” sebut Asrul.