Catatan Ilham Bintang;Perpanjangan PPKM Ketat 5 Hari, Presiden Jokowi Ambil Jalan Tengah

oleh -

Catatan Ilham Bintang;Perpanjangan PPKM Ketat 5 Hari, Presiden Jokowi Ambil Jalan Tengah

Presiden Jokowi akhirnya mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (20/7) malam. PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli mendatang. Beberapa sektor akan dilonggarkan, seperti pasar, toko-toko kelontong sebagainya. Tapi efektif pada 26 Juli. Itu pun jika terjadi penurunan angka penyebaran virus Covid19.,

Sampai hari pengumuman perpanjangan oleh Jokowi semalam, update data harian penyebaran virus Covid19 mash dalam posisi memprihatinkan. Kasus positif hari itu, 38.325 dan meninggal dunia 1.280. Dibandingkan empat hari sebelumnya yang tembus 50 ribu, memang telah terjadi penurunan empat hari terakhir. Namun, banyak yang menyoal “out put” data penurunan itu terjadi lantaran angka testing yang turun.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebutkan, ada beberapa kemungkinan yang melatari turunnya jumlah spesimen yang diperiksa. Pertama, ujarnya, kapasitas testing yang memang menurun di setiap akhir pekan sebagai akibat dari liburnya beberapa laboratorium.

Baca Juga:  Rindu Reisa, Yang Dulu Menyapa Kita Tiap Sore di Layar Kaca :Catatan Ilham Bintang

Hanya 5 hari ?

Berkaca pada angka penularan virus Covid19 selama PPKM Darurat 3-20 Juli, belum menunjukkan penurunan secara signifikan. Setidaknya, sesuai target di bawah 10 ribu, wajar jika perpanjangan lima hari itu dirasakan kurang. Target itu dicanangkan sendiri oleh Menko Manives, Luhut Binsar Panjaitan, selaku Koordinator PPKM Darurat Jawa – Bali.
Karena itu kita bisa meraba perpanjangan lima hari PPKM Darurat lebih sebagai “jalan tengah” Jokowi untuk menyelesaikan dulu prokontra PPKM Darurat. Belum riel sepenuhnya seoerti disarankan para ahli kesehatan. Presiden Jokowi dua hari sebelumnya mengakui untuk memutuskan memperpanjang atau tidak PPKM Darurat, perlu sikap kehati-hatian, perlu dipikirkan masak masak. Presiden mengatakan tidak mau setelah PPKM Darurat dilonggarkan, malah nantinya RS akan semakin kolaps seperti sekarang. Di DKI saja, seperti diumumkan Gubernur DKI Anies pada hari Senin ( 19/7) ada sebanyak 190 ribu pasien Covid19 antre di lorong lorong RS, karena semua kamar terisi.

No More Posts Available.

No more pages to load.