Cegah WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Himbauan Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal. Beberapa kasus tersebut misalnya adalah spam, hoaks, atau pengelabuan (phising).

WhatsApp menjadi salah satu platform yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber untuk memuluskan aksinya. Belakangan marak kasus peretasan WhatsApp. Pelaku menggunakan akun korban untuk kejahatan, umumnya dengan meminta sejumlah uang ke rekan-rekan korban pembajakan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kapolres Payakumbuh mengungkap kasus ini dan memberi tahu cara agar tidak jadi korban. Seperti apa?

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid-19, Trantib Pasar Kembali Terapkan PPKM Mikro

“Proses mereka bisa melakukan pembajakan (WhatsApp) itu menggunakan metode namanya SIM swab scheme, jadi itu mengambil alih nomor telepon,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Jumat (5/3/2021).

AKBP Alex Prawira menjelaskan tips mencegah WhatsApp tidak dihack, pertama yakni jangan memberikan kode OTP (One Time Password) kepada siapapun termasuk orang yang mengaku dari petugas salah satu provider telepon atau bank, karena pada dasarnya mereka adalah pelaku. Karena hanya pelaku yang tertarik dengan kode OTP saudara, yang lain tidak ada.

Baca Juga:  Khairunas : Pilkada Selesai, Saatnya Bersatu dan Bekerja Untuk Masyarakat

Kedua, segera aktifkan Two Step Verification dengan cara, masuk ke “Setting”, pilih “Two Step Verification”, masukkan kode PIN sebanyak 6 digit, konfirmasi kode PIN, masukkan alamat email, konfirmasi alamat email.