Fakta Penetapan Tambang Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO 2019

oleh -

3. Masuk dalam daftar sementara warisan dunia kategori budaya sejak tahun 2015

Sawahlunto sudah dimasukkan ke dalam daftar sementara warisan dunia kategori budaya sejak tahun 2015. Sejak saat itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung dan diskusi panjang dengan para ahli dan akademisi dari dalam dan luar negeri makin intensif dilakukan.\

baca juga : Sawahlunto Dituntut Tingkatkan Promosi Pemasaran Pariwisata ke Level Internasional.

4. Perluasan tema nominasi untuk memperkuat Nilai Universal Luar Biasa

Untuk memperkuat Nilai Universal Luar Biasa, tambang ombilin sawahlunto memperluas tema nominasi. Ini berimplikasi pada perluasan wilayah nominasi dengan menggabungkan beberapa kota/kabupaten yaitu, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat. Semua daerah itu masuk ke dalam satu wilayah nominasi, yaitu Tambang Ombilin Sawahlunto.

5. Penantian Selama 7 tahun

Pengusulan tambang batubara Ombilin sebagai warisan budaya dunia mulai dirintis sejak tujuh tahun lalu, kemudian mulai masuk ke daftar sementara UNESCO kategori budaya pada 2015. Sejak saat itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung, dan diskusi panjang dengan para ahli serta akademisi dari dalam dan luar negeri makin intensif dilakukan. Hingga akhirnya muncul usulan agar memperluas tema nominasi untuk memperkuat nilai universal luar biasa (outstanding universal value) tambang batubara Ombilin.

baca juga : Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto” Diusulkan Menjadi Warisan Dunia UNESCO.

Pengajuan draf awal dokumen nominasi ke Pusat Warisan Dunia UNESCO dilakukan pada 30 September 2016, disusul beberapa kali revisi sampai dengan pengiriman naskah nominasi final pada akhir Januari 2018. Naskah tersebut akhirnya dinyatakan lengkap dan selanjutnya dievaluasi kelayakannya menjadi warisan dunia oleh International Council on Monuments and Sites (Icomos) yang merupakan Badan Penasihat Pusat Warisan Dunia UNESCO kategori budaya.