Gaduh Larangan Ekspor Batu Bara : Alangkah Lucunya Negeri Ini

oleh -

//Ancaman pemadaman listrik//

Sebenarnya, berkaca pada peta politik itu bisa dikatakan Jokowi dapat dukungan secara hampir absolut. Dasar larangan itu memang jelas : demi kepentingan rakyat. Pertaruhannya besar,
: sepuluh juta pelanggan PLN akan mengalami pemadaman listrik di wilayah Jawa – Bali. Di masa pandemi, apalagi di tengah ancaman varian baru Omicron, pemadaman listrik niscaya akan berdampak luas pada upaya penanganan penyebaran virus gila itu. Soal Covid19 itu memang menjadi fokus pemerintah dua tahun ini. ” Keselamatan jiwa rakyat adalah hukum tertitinggi,” kata Jokowi tahun lalu.
Larangan ekpor itu semakin relevan setelah duduk perkaranya tersingkap pula.Ternyata, sejumlah besar pengusaha tambang batu bara mangkir dari kewajiban memasok batu bara untuk kebutuhan domestik, termasuk kepada PLN. Mereka asyik masyuk melepas semua produksi batu bara untuk ekspor. Motifnya jelas, rente besar. Selisih harga jualnya 100 % dibandingkan harga domestik. Untung Jokowi cepat tanggap meniupkan peluit begitu Kementerian ESDM mengangkat bendera.

Baca Juga:  SMSI Inisiasi Terbentuknya Koperasi Jiwa Kreator Sejahtera Indonesia

Itu kabar baik untuk rakyat yang merasakan kepentingannya dibela Presiden Jokowi menjelang akhir jabatannya.

// Dianulir LBP//

Namun, inilah kabar buruknya. Belum sepekan larangan itu berjalan, pemerintah sendiri menganulir larangan tersebut. Siapakah yang digdaya menganulir putusan Presiden di republik ini? Tiada lain : Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi. Orang paling dekat — ibaratnya hanya berjarak dua centimeter dengan Jokowi. Singkat saja alasan LBP. ” Negara kita butuh uang,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.