Gofar Hilman Didepak dari Lawless Burger, Ini Faktanya!

oleh -
foto : Lusiana Mustinda/detik

Lawless Burgerbar sebenarnya merupakan salah satu unit bisnis Lawless Jakarta selain toko yang menjual item fashion dan aksesoris bertema musik metal atau rock.

Pendiri awalnya adalah personel band metal Seringai, Sammy Bramantyo dan Arian Arifin. Dalam perjalanannya, kemudian Gofar Hilman bergabung dengan Lawless Jakarta.

Lawless Burgerbar langsung mendapat tempat di hati para pencinta burger karena konsepnya yang unik. Juga menu burger yang disajikan begitu enak.

Sesuai konsep ‘burgerbar’, Lawless menyajikan burger enak dalam balutan suasana bar yang didominasi interior Heavy Metal Rock. Nuansa warna hitam langsung terlihat begitu memasuki ruangan.

Baca Juga:  Dr.Siti Fadila Supari; Ditengah Gencarnya Vaksinasi, Kasus Covid Kok Meningkat, Kenapa

Ada juga iringan musik keras yang bakal menemani pengunjung bersantap. Dikutip dari Moka Indonesia (22/11/18), head chef Lawless Burgerbar dikenal dengan sebutan Buluk. Ia memasukkan unsur band-band beraliran keras ke dalam menu burger di sini. Misalnya The Lemmy, salah satu menu andalan Lawless Burgerbar.

Nama The Lemmy ternyata diambil dari nama pentolan band rock asal Inggris Motörhead, yakni Lemmy Kilmister. Buluk pun tak sembarang memberi nama pada burger. Saat membuat menu baru yang diambil dari judul lagu, ia perlu mendengar lagunya lebih dulu untuk mendapat inspirasi.

Baca Juga:  Menyambut Hut RI 76: Lomba Video Kreatif Kebhinekaan Bertajuk 'Rayakan Merdekamu'

Kini Lawless Burgerbar tidak hanya berlokasi di Kemang saja, tetapi juga di daerah lain. Diantaranya Menteng dan Bintaro.

Lantas seperti apa racikan burger The Lemmy? Dibanderol dengan harga Rp 135.000 untuk ala carte, burger ini berporsi bersar dan bisa dinikmati berdua. Roti bunnya lembut dan padat, tidak seperti bun burger restoran fast food kebanyakan. Tekstur seperti ini membuatnya jadi mirip mantau.

No More Posts Available.

No more pages to load.