Irwan Prayitno, Gubernur Pemulihan dan Pembangunan Infrastruktur terbanyak dalam sejarah kemajuan Sumatera Barat

oleh -

Irwan Prayitno, Gubernur Pemulihan dan Pembangunan Infrastruktur terbanyak dalam sejarah kemajuan Sumatera Barat

Catatan  Zardi Syahrir

Sepuluh tahun kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno dari kondisi minus pasca gempa 2009 yang meluluh lantakan berbagai bangunan dan juga perekonomian, sosial budaya masyarakat Sumatera Barat. Dari data yang ada jumlah produktifitas pembangunan infrastruktur dimasa kepemimpinan Irwan Prayitno merupakan terbanyak dalam sejarah pembangunan di Sumbar.

Dan menyakinkan kita bahwa produktifitas kepemimpinan Irwan Prayitno memajukan pembangunan Sumbar amatlah baik.

Hal ini juga dapat terlihat keseriusan kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno kembali bangkit membangun bersama DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, LKAAM, MUI, Bundo Kanduang, Ormas, perantau dalam berbagai kegiatan bersama-sama menumbuhkan gairah hidup dan semangat kerja masyarakat.

Keberhasilan tersebut juga terlihat dari ratusan penghargaan yang diterima Gubernur Irwan Prayitno bersama Pemprov Sumbar setidak-tidaknya ada 345 penghargaan.

Ada 197.000 rumah penduduk ambruk, rusak berat dan sedang, secara perlahan melalui bantuan pemerintah rumah penduduk dibangun kembali dengan bantuan. Bagi rusak berat dibantu 15 juta dan 10 juta untuk rusak sedang.

Ada beberapa gedung kantor dan rumah negara, anggaran tahun 2017 yang sudah diresmikan dan selesai antara lain gedung kantor Dinas Pangan, gedung Kantor ESDM, gedung Kantor Bakeuda, gedung UPTD Balai Koperasi, gedung Dinas Kelautan dan Perikanan, gedung Kebudayaan zone A, Rumah Wakil Gubernur dan rumah TNI di Bukittinggi.

Gedung kantor ESDM dengan 4 lantai, gedung kantor pangan 3 lantai, Bakeuda 3 lantai yang pengerjaan dimulai sejak tahun 2015 selesai hingga tahun 2017. Pada 2018, Pemprov Sumbar juga akan menyelesaikan gedung inflansi, gedung pemberdayaan perempuan, dan gedung convention hall bukit lampu.

Irwan Prayitno juga menetapkan kebijakan pembangunan daerah, pada periode pertama  kepemimpinannya (2010-2-15) bengkai pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan bangunan lainya yang telah dirancang oleh gubernur-gubernur sebelumnya. Dan juga Irwan Prayitno terus berusaha berkoordinasi dengan semua pihak mendorong percepatan suksesnya pelaksanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan dengan anggaran APBN, seperti kelok sembilan, jalan menuju kawasan Mandeh, pembangunan tambahan landasan Bandara Internasional Minangkabau, transpotasi trans Sumatera jalan Tol Padang- Pekanbaru dan lain sebagainya.