Irwan Prayitno: Nyatakan Pelaksanan Pemilu 2019 di Sumbar Berjalan Aman

oleh -

Semangatnews, Padang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti video conference yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (18/4/2019) siang pukul 14.00 WIB di ruang pertemuan Kantor Gubernur Sumbar.Video conference ini diselenggarakan dalam rangka laporan mengenai pasca pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 di Sumbar dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Drs. Didik Suprayitno, MM, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dan Direktorat Jenderal Politik PUM.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, pimpin kegiatan video conference yang didampingi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Naswir, SH, MH, ikut hadir Sekretaris Daerah Sumbar, Forkopimda Sumbar, Ketua KPU Sumbar, Ketua Bawaslu Sumbar, asisten terkait, kepala OPD terkait dan jajaran penyelenggara Pemilu.Dalam kegiatan video conference tersebut gubernur melaporkan, animo masyarakat sumbar terhadap Pemilu meningkat, ini terlihat antusias masyarakat dalam memberikan hak suaranya di TPS-TPS meningkat dibandingkan pada Pemilu 2014. Kenaikan partisipasi pemilih di Sumbar sekarang mencapai 80 persen.“Secara umum kami laporkan bahwa dalam pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 berjalan dengan baik, aman dan lancar. Kami dari jajaran Pemprov Sumbar termasuk TNI/Polri serta KPU dan Bawaslu, sudah berusaha maksimal supaya tahapan yang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik,” kata Irwan Prayitno.

“Dalam persiapan pemilu memang kita sempat terkendala permasalahan kekurangan kotak suara sebanyak 300.000, namun dapat diatasi dengan pengiriman melalui kargo udara, sehingga kita penambah anggaran dengan pengiriman tersebut,” jelasnya.”Persoalan tersebut, dapat diatasi walaupun kotak suara masih belum cukup, setelah kita berkoordinasi dengan pihak KPU dan Bawaslu, kotak suara yang lama bisa digunakan asalkan kondisinya masih baik,” tambah gubernur SumbarSementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar Surya Efitrimen menyampaikan Bawaslu Sumbar menemukan indikasi pelanggaran saat pencoblosan Pemilu 2019 di 15 TPS. Jika terbukti, maka Bawaslu akan merekomendasikan pencoblosan ulang pada 15 TPS tersebut.”Kita sedang mendalami temuan ini, kalau terbukti kita rekomendasikan pemungutan suara ulang pada 15 TPS tersebut,” kata Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efrimen, saat video conference dengan Kemendagri, Kamis (18/4/2019).

Pelanggaran tersebut ada di 15 TPS tersebar pada lima kabupaten dan kota di antaranya Solok Selatan, Pasaman, Bukittinggi, Sijunjung, Lima Puluh Kota.Pelanggaran itu sebagian besar adalah adanya warga luar Sumbar yang mencoblos di TPS padahal tidak terdaftar dalam DPT, DPTb atau memiliki surat pindah memilih (A5). Ia menyebut memang ada mekanisme bagi yang memiliki KTP elektronik untuk memilih meski tidak masuk dalam daftar, tetapi syaratnya adalah mencoblos di TPS sesuai alamatnya.”Mereka masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Temuan kita, syarat itu tidak terpenuhi,” jelasnya.Lanjut Surya Efitrimen menambahkan, kejadian sempat juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu surat suara untuk calon presiden dan calon wakil presiden tidak ditemukan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Kepulauan Mentawai.Setelah ditelusuri surat suara tersebut dapat ditemukan kembali. Akibatnya, pencoblosan ditunda beberapa saat.Sekretaris KPU Sumbar, Firman juga mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima rekomendasi apapun dari Bawaslu.”Jika nanti rekomendasi itu diberikan, KPU akan memproses sesuai dengan aturan,” ucapnya.”Secara umum kondisi penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sumbar aman, walaupun ada sedikit kendala, masih dapat kita diatasi segera,” tegas Firman.Kemudian dalam video conference tersebut Zudan Arif Fakrulloh berpesan, agar masyarakat terus memelihara suasana yang aman dan kondusif pasca-hari pemungutan suara Pemilu 2019.”Syukurlah, situasi Sumbar dalam kondisi aman dan kondusif. Oleh karena itu saya mengajak untuk sama-sama menjaga agar situasi yang kondusif ini semoga terus terpelihara memperkuat persatuan dan kesatuan,” terang Zudan Arif.

Menurut Didik Suprayitno, penyelenggaraan pemilu dapat dikatakan sukses apabila seluruh pihak dapat menyatukan kembali masyarakat yang terpecah akibat perbedaan pilihan.Ia juga meminta masyarakat bersabar dalam menunggu hasil resmi Pemilu 2019 yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).”Siapa yang menang adalah kalau pemilu ini bisa menyatukan kembali dan bisa menerima apapun hasilnya, inilah demokrasi kita,” ulas Didik Suprayitno.(nov)