Kepsek Taharuddin, SMKN 4 Padang Potensi Yang Terpendam

oleh -

Padang – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Padang, merupakan pendidikan kesenirupaan yang memiliki potensi besar yang terpendam di Sumatera Barat. Kita butuh lompatan dan dorongan besar dari berbagai pihak untuk memajukannya sekolah ini, dan pengembangan sekolah ini amat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Hal ini diungkap Kepala Sekolah SMKN 4 Padang Drs.Taharuddin dalam rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke 54 tahun 2019 bersama utusan perkumpulan Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang, galery SMKN 4 Padang, Jum’at (5/7/2019).

Taharuddin lebih lanjutnya menyampaikan, kita prihatin juga sekolah yang menyimpan potensi keseniruan yang cukup besar di Pulau Sumatera ini, kurang berkembang sesuai dinamika kemajuan kesenirupaan saat ini, padahal kita memiliki potensi itu.

“Guna menumbuhkan kembangkan semangat pendidik di SMKN 4 Padang, butuh dukungan semua elemen apakah itu pemerintah Kota, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Pihak Swasta serta para alumni dalam berbagai tingkatan. Saya yakin SMKN 4 Padang ini, jika bersama akan mampu menjadi besar dalam mengisi pasar tenaga kesenirupaan terutama untuk Pulau Sumatera”, ujarnya.

Kepsek inj juga menyampaikan SMKN 4 Padang merupakan bayangan dari Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) atau Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang merupakan salah satu dari tiga sekolah yang sama di Indonesia di Padang, Yogya dan Bali.

“Telah banyak pula para alumni SMKN 4 Padang ini melahirkan para seniman besar baik Internasional maupun secara nasional. Talenta bakat generasi muda di Sumatera Barat tentang dunia kesenirupaan cukup besar. Hal ini juga terlihat dari jumlah peminat sekolah inj hampir tiap tahun meningkat bahkan banyak pula yang tertapung karena kapasitas sekolah”, ujar Tahar.

Sekretaris Umum Pengurus Alumni SSRI/SMSR/SMKN4 Padang Drs. Murharyadi juga menyampaikan pelaksanaan rapat kali ini dilakukan untuk menyukseskan pelaksanaan acara HUT sekolah ke 54 tahun sejak berdiri pada tanggal 25 September 1965.

“Kita kumpul bersama para utusan alumni selain bersilaturrahmi juga kepala sekolah yang baru ingin berkenal dan menyampaikan keinginan dalam melakukan sekolah kesenirupaan satu-satunya di Sumatera ini.

Murharyadi juga menyampaikan kita juga sedang menghimpun bagaimana para alumni ikut berpartisipasi dalam karya dalam pameran 3 (tiga) sekolah kejuruan di Sumbar yang akan dilaksanakam pada tanggal 10-17 Juli 2019 sebagai agenda UPTD Taman Budaya Sumbar.

“Amat banyak para alumni kita yang memiliki karya senirupa yang baik dan bagus-bagus, potensi ini perlu kita himpun sebagai kekuatan bahwa sekolah kita berhasil menciptakan generasi kesenirupaan Sumatera Barat yang akhir-akhir ini sedikit menurun karena SMKN 4 kurang fokus lagi secara mutlak pada kesenirupaan, cenderung pada SMK secara umumnya”, katanya.

Zardi Syahrir salah seorang alumni SMSR 88 juga berpendapat, saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat amat mendukung keberadaan SMKN 4 Kesenirupaan Padang.

“Adanya Dinas Kebudayaan dan pembangunan gedung kesenian Sumatera Barat oleh Gubernur Irwan Prayitno merupakan sesuatu keyakinan bahwa sudah saatnya nanti para seniman Sumatera Barat akan maju dan berkembang seiring dengan kemajuan pariwisata Sumatera Barat yang semakin mendunia. Sumatera Barat merupakan salah satu gudang lahirnya seniman nasional dan internasional dari Indonesia”, ungkapnya.

Zardi juga menyampaikan kesinambungan pelaksanaan pembangunan sungguh terlihat nyata, Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit dan Sekdaprov Drs. Alwis juga sangat menyukai karya-karya kesenirupaan Sumatera Barat.

“Kita menyangkan para seniman seakan-akan saat ini tertidur apakah juga karena pengaruh kreatifitas sekolah kesenirupaan amat rendah, sehingga harapan dan mimpi kebangkitan karya kesenirupaan mengisi ruang perkembangan kebudayan dan pariwisata Sumbar belum terlihat nyata hingga hari ini. Suasana ini mesti kita pecahkan, apakah soal pemasaran, daya beli, peminat atau soal mutu karya kesenirupaan yang membutuhkan adanya badan atau lembaga sertifikasi karya kesenirupaan untuk mensetarakan mutu dan nilai, ini yang mungkin jadi pikiran besar kita”, ajaknya.