Kisah Indra Jaya, Petugas Damkar Payakumbuh Yang Sudah 39 Tahun Bergelut Dengan Kobaran Api

oleh -

Di awal karir, Pak Haji dalam menunaikan tugas honor yang diterima pada saat itu hanya cukup untuk ongkos dan makan saja. Padahal tugas yang dia jalankan terbilang berat dan berbahaya.

Selama 39 tahun, Pak Haji sudah mengalami berbagai kejadian menegangkan ketika menaklukan si jago merah yang sedang marah. Bayangan kematian sudah menjadi hal yang biasa baginya. Banyak sudah kejadian menegangkan yang dia lewati selama menjalankan tugas.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Kabupaten Siak sharing informasi Ke Kota Payakumbuh

Nyawa pun dirasanya sudah digaris batas hidup saat berhadapan dengan kobaran api. Meski sudah puluhan tahun bergelut dengan api, tapi bayangan kematian masih saja sering muncul saat Pak Haji menjalankan tugas.

“Kalau sudah di depan api saya sering mikir jangan-jangan hari ini saya mati. Tapi alhamdulillah masih dikasih kesempatan hidup. Yang penting kita tulus saja menjalani tugas. Jangan banyak ngeluh,” Ujarnya.

Baca Juga:  Masuk 5 besar, PTSP dan PPB Kota Payakumbuh Bakal Uji Petik Oleh Kementerian Investasi Dan BPKM

Lelaki yang sudah naik haji ini juga menceritakan kalau dirinya pernah pingsan karena jatuh saat mencuci mobil pemadam.

“Tidak sengaja disaat sedang asik mencuci mobil, saya tergelincir dan jatuh dari atas mobil sehingga menyebabkan pingsan karena benturan yang keras,”.

Selain risiko kebakaran, Pak Haji juga harus menghadapi masyarakat yang tidak kooperatif. Pak Haji dan tim pemadam lainnya dilatih agar tidak terpancing emosi. Biar bagaimana pun sikap warga, bagi dirinya, mereka merupakan korban yang harus diselamatkan. Banyak warga yang sering mengeluhkan telatnya pemadam kebakaran tiba di lokasi. Hal itu karena pemadam memang bergerak setelah kebakaran terjadi. Saat api sudah berkobar, perintah pun muncul dan pemadam langsung bergerak.

No More Posts Available.

No more pages to load.