Kisah Masa Kecil Nasrul Abit: Kehidupan Sulit, Terpaksa Merantau ke Jambi

oleh -
Nasrul Abit saat berbaur dengan siswa SD.
Nasrul Abit saat berbaur dengan siswa SD. | Semangatnews.com

Bila malam menjelang, ia belajar mengaji serta pengetahuan Islam lainnya, dengan beberapa teman sebaya di kampung, di rumah Ucu Uman Is, di Desa Durian Pandan Air Haji.

Pekerjaan yang dilakukan Nasrul Abit, boleh dibilang cukup berat, jika dibandingkan dengan usianya yang relatif muda.

Ia bukan saja membantu mencari ikan atau menanam sayuran, atau menghidupi hewan-hewan ternak, tetapi juga membantu menjual hasil-hasil ikan tangkapannya.

Baca Juga:  Sertijab Gubernur, Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih, Hamdani Kembali ke Jakarta

Adakalanya juga ia memetik dan menjual kelapa ke pasar Ganting yang jauhnya sekitar 6 mil dari rumah dengan menggunakan perahu, termasuk membantu amak menjual sayur-sayuran ke muara.

Masih jelas tergambar dalam ingatan Nasrul Abit, ketika ia sedang membantu orang tuanya dan Buyung Garok mencari ikan di pantai Ujung Tanjung.

Baca juga: Nasrul Abit: Moment Penyelenggaraan MTQ Dahsyatnya Al Qur’an Dalam Wujudkan Sumbar Unggul dan Sejahtera

Baca Juga:  Seorang Nenek Hilang, Babinsa Bersama Warga Boja Lakukan Pencarian

Nasrul Abit yang waktu itu mabuk laut, menunggu orang tuanya di pinggir pantai sambil mencari batu cincin.

Tiba-tiba terlihat segerombolan kerbau dipinggir laut. Lalu ia diserang oleh sekelompok kerbau jalang tersebut.

Nasrul Abit tak panik dan pada waktu itu ia berlindung dengan cara berlari ke arah laut dan menceburkan diri ke dalam air laut. Keberuntungan masih berpihak sehingga dirinya selamat dari amukan kerbau jalang tersebut.

Baca Juga:  Hari Ini Pessel Dinyatakan Satu Orang Terkonfirmasi Positif Corona. Total 1.224

Tidak kurang dari satu tahun, Nasrul Abit kecil sudah bergelut dengan pekerjaan orang dewasa.