Kisah Masa Kecil Nasrul Abit: Kehidupan Sulit, Terpaksa Merantau ke Jambi

oleh -
Nasrul Abit saat berbaur dengan siswa SD.
Nasrul Abit saat berbaur dengan siswa SD. | Semangatnews.com

SEMANGATNEWS.COM – Nasrul Abit yang kini sukses memimpin negeri, ternyata dulunya pernah hidup sulit.

Kehidupan ekonomi keluarganya di Labuhan Tanjak, Air Haji, Pesisir Selatan, Sumbar, cukup susah ketika Nasrul Abit berumur dua tahun.

Hal ini membuat ayah Nasrul Abit memboyong keluarga pindah ke desa Pulau Lintang, Sarolangun, Provinsi Jambi. Desa ini adalah tanah kelahiran ayahnya.

Baca Juga:  Rp 17,9 Miliar Anggaran Pemulihan Ekonomi Covid-19 di Sumbar Belum Terealisasi

Di daerah rantau tersebut, keluarga mencoba peruntungan baru dalam mencari dan memenuhi nafkah keluarga.

Baca juga: Gempa M 6,0 Guncang Mentawai, Nasrul Abit Mengimbau Rakyat Tetap Waspada

“Alhamdulillah, setelah menetap di Pulau Lintang, tanda-tanda kehidupan ekonomi keluarga mulai membaik,” kata Nasrul Abit baru-baru ini.

Di sini, kata dia, sang ayah mencari nafkah dengan berkebun dan berjualan getah karet.

Baca Juga:  dr. Orintya Putri Adiyusika Disuntik Vaksin, Tak Ada Teriakan dan Raut Wajah Kesakitan

Sedangkan amak Nasrul Abit membantu perekonomian keluarga dengan berdagang kecil-kecilan berupa barang-barang untuk keperluan rumah tangga.

Di desa ini pula lahir kedua adik Nasrul Abit, yang bernama Nurhayati dan Muklis Yusuf.

Sementara Nasrul Abit pun sudah mulai masuk sekolah karena umurnya sudah enam tahun. Pria bernama kecil Asrul itu masuk sekolah SD Penarun, Sarolangun.

Baca Juga:  Sertijab Gubernur, Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih, Hamdani Kembali ke Jakarta

Baca juga: Sepenggal Kisah Nasrul Abit: Anak Nelayan dari Kampung Pelosok yang Sukses Pimpin Negeri

Suatu ketika saat Nasrul Abit duduk di kelas 1 SD (tahun 1962), datanglah kakek dari amaknya yang bernama Ayek Buyung Ucu.