Mengunjungi Seniman Seni Rupa “Urang Awak” di Yogyakarta dan Bandung Yusman, Pematung Yang Memainkan Peranan Sebagai Penanda Perjuangan Bangsa

oleh -
Yusman dan Patung Potret LB Mordani

Sederetan karya-karya Yusman saat itu harus dilihat dalam konteks fungsi, berupa fungsi ganda, yakni sebagai media ungkap yang bersifat personal untuk kepuasan subyektif disatu sisi dan bersifat atruistik yang melayani kepentingan pihak lain atau secara umum dikenal dengan istilah Applied art (seni terapan) dan fine art (seni murni), keduanya saling tarik menarik dan memiliki ruang tawar dan sama kuatnya dengan konsewensi yang berbeda, keduanya dapat dicapai dalam waktu bersamaan.

Baca Juga:  [MP3] Nada Dering Spongebob: Sound Effect, Musik dan Ringtone Lucu dan Unik seperti 'A Few Moments Later'

Sementara A. Sudjud Dartando dalam pameran “Menandai Indonesia” 32 tahun Yusman berkarya juga pernah berujar, bahwa Yusman ikut membangun identitas nasional yang siap dibandingkan atribut simbolik.

Karya-karya Yusman dalam sejarah seni patung nasional  memang perlu ditempatkan secara khusus dalam mata rantai seni patung Indonesia  secara khusus dengan menautkannya dengan kiprah sang maestro Edhi Soenraso sebagai ikon kuat dalam perancangan patung peringatan monumental, kiprah Yusman dapat ditempatkan ke dalam satu tarikan sejarah yang berbeda konteks waktu.

Baca Juga:  Peruntungan SHIO Besok Jumat 8 Oktober 2021: Tersedia untuk Seluruh Shio Tikus, Kerbau, Monyet, Naga, Babi, Ayam, Kambing, Kelinci, Ular , Kuda, Anjing, dan Harimau

Sebagai pematung yang mencetak rekor membuat diorama terpanjang di tanah air, sosok Yusman tergolong fenomenal. Secara ideologis karya Yusman akan terus diingat seiring dengan fluktuasi spirit patriotisme, dimana kini tengah mendapat tantangan serius. Kekuatan karya Yusman sangat ditentukan oleh sejauh mana orang mengingat patung-patung peringatannya dan kadar nasionalisme masyarakat, tutur A. Sudjud saat itu.

Suwarno Wisetrotomo dalam pengantar kuratorialnya saat pameran  tahun 2017 itu menyebutkan, Yusman menebar jejaring kekuasaan. Mula-mula Yusman belajar kepada senior yang juga gurunya Edhie Sunarso dan Kasman KS Piliang, tidak saja soal teknis dan artistik berkarya, tetapi termasuk membangun serta merawat jejaring relasi. Hasil pembelajaran itu dengan sangat cepat dipraktekkan untuk mencari dan menggarap proyek. Intinya Yusman merupakan contoh sosok menarik untuk membicarakan perihal seni, seniman dan kekuasaan dipraktekkan bagaimana ketiganya bartautan.

No More Posts Available.

No more pages to load.