Menlu RI Retno Marsudi: IORA Peluang Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat.

oleh -

Semangatnews, Padang – Pertemuan pejabat tinggi dan menteri dari 22 negara anggota Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association(IORA)) pada tahun 2015 di Padang. Merupakan kegiatan yang sangat bagus di respon Kota Padang dan berbagai negara IORA.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi diantara materi kuliah umum diharapan mahasiswa Sumatera Barat di Convention Hall Unand, Sabtu (2/2/2019)

Menlu RI lebih lanjut menjelaskan, pertemuan IORA di Padang-Sumatera Barat, menghasilkan tiga dokumen utama.

Selain tiga dokumen tersebut, pertemuan Council of Minister (COM) tersebut, Indonesia juga menerima penyerahan kepemimpinan IORA periode 2015-2017 dari Australia dan menerima aksesi Somalia sebagai anggota IORA ke-21

Tiga dokumen tersebut adalah Padang Communiqué, Declaration on Maritime Cooperation in the Indian Ocean, dan Decision on the Establishment of an Ad-hoc Committee on the IORA Concord.

“Secara garis besar, dokumen-dokumen tersebut adalah rujukan negara-negara anggota IORA dalam menjalani masa kepemimpinan Indonesia periode 2015 sampai 2017 mendatang,” ujarnya.

Retno juga menyampaikan selain menjadi tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri di Padang, Indonesia juga menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dan pertemuan lainnya yang diselenggarakan oleh IORA sejak tanggal 20 Oktober 2015 termasuk Working Group on Trade and Investment (WGTI), Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG) di Padang, dan Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF) di Jakarta.

Tahun 2015 berkunjung dengan Menlu ke Kota Padang dalam IORA, sambutan Kota Padang sangat menakjubian, sehingga banyak yang kerjasama negara lain dengan Kota Padang.

Indonesia sangat aktif IORA, penduduknya lebih 2,7 miliar. Sekitar 70 persen, minyak, gas, dll melewati Samudera India. Provinsi Sumbar berhadapan dengan Samudera Hindia tersebut yang bisa dimanfaatkan Sumbar sebagai pusat perdagangan bagian barat Indonesia.

Bersama IORA dengan tujuan samudera ini damai dan aman, tanpa sengketa karena akan berdampak pada 70 persen lalu lintas perdagangan diwilayah tersebut.

“Sumbar tempat penempatan beasiswa untuk bidang kesenian dan budaya. IORA ini salah satu bentuk diplomasi, yang aktif, bersahabat, dan bermartabat bagi kedamaian serta stabilitas dunia,” ungkapnya.

IORA yang diresmikan pada Maret 1997, merupakan organisasi regional utama di Samudera Hindia, dengan 22 negara anggota dari tiga benua dan tujuh mitra wicara.

Tujuan utamanya adalah memfasilitasi kerja sama antara negara anggota khususnya di enam bidang prioritas, yaitu trade and investment, maritime safety and security, fisheries management, Tourism and cultural exchange, Disaster management, dan Academics, science and technology cooperation guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan anggotanya.