Nevi Zuairina Dilantik Sebagai Ketua BPD Asephi Sumbar.

oleh -

Semangatnews, Padang – Asosiasi Eksportir Dan Produsen Handicraft (ASEPHI) sebagai sebuah asosiasi mandiri secara aktif dan konsisten membangun organisasi secara swadaya dengan kegiatan yang berjalan secara kontinyu dan telah mampu memperkenalkan Industri kerajinan ke pasar Internasional.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc pada acara pelantikan Badan Pengurus Daerah Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPD ASEPHI) Sumatera Barat, masa bakti 2019-2024, yang dilaksanakan di Auditorium Gubernuran, Selasa (7/5/2019).

Dalam pelantikan BPD ASEPHI Sumbar periode 2019-2024 resmi melantik Ketua BPD ASEPHI Sumatera Barat Hj. Nevi Zuairina, Wakil Ketua I Bidang Organisasi SDM dan Perdagangan Mahzar Chan, SH, MH, Wakil Ketua II Bidang Produksi dan Infokom Hj. Henny Adli, Wakil Ketua III Bidang Hubungan dan Antar Lembaga Ir. Nasrizal, Sekretaris Ridonald, SE, M.Si, Wakil Sekretaris Nurna Eva Karmila, B.Sc serta Bendahara Sufnarita.

Pelantikan ini dihadiri oleh Ketua Umum BPP ASEPHI Thamrin Bustami, Sekretaris Jenderal Baby Jurmawati Djuri, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga sebagai Penasehat BPD ASEPHI Sumbar dan Kepala Dinas Perindag Sumbar Asben, yang dilaksanakan di Auditorium Gubernuran, Selasa (7/5/2019).

Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, bahwa hadirnya ASEPHI tentu lebih mengairahkan dan mengiatkan supaya produsen-produsen dan pelaku UMKM dibidang Handicraft untuk lebih berperan dengan memperkuat daya saing di dunia produk kreatif.

“ASEPHI harus bisa menyikapi pertumbuhan bisnis kerajinan tangan dan produk kreatif di Sumbar, sehingga kerajinan tangan kita dapat membawa angin segar dalam membangkitkan industri kreatif sebagai salah satu penopang pemasukan devisa negara,” kata Gubernur.

Pengembangan Industri kerajinan sebagai salah satu Subsektor dalam Ekonomi Kreatif adalah penting, karena
ekonomi Sumbar banyak usaha mikronya yaitu sebanyak 84 persen dan usaha kecil 14 persen, untuk usaha menengahnya sebesar 0,8 persen, sementara untuk usaha besar di Sumbar tidak ada.

“Itu sebabnya pelaku Industri Kreatif ini masih menghadapi persoalan, terutama masalah permodalan, nilai tambah dan cara pemasaran, persoalan ini selalu kita hadapi dalam memasarkan produknya,” tutur Irwan Prayitno.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung dan mengapresiasi hadirnya ASEPHI yang berperan sebagai wadah bagi Produsen dan Eksportir Handicraft Indonesia atau yang dikenal Asosiasi Eksportir Dan Produsen Handicraft Indonesia.

Sementara itu Ketua BPD ASEPHI Sumbar masa bakti 2019 – 2024 Nevi Zuairina mengatakan, pemanfaatan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kualitas hidup yang lebih baik dalam Ekonomi Kreatif dapat menggerakan sektor-sektor lainnya yang berkaitan.

Proses Kreatif tidak hanya mencakup kualitas suatu barang, tetapi juga harus fokus pada “Kreativitas” dalam satu usaha berkelanjutan, karena sektor Industri Kreatif merupakan Kerajinan (craft), Fesyen (fashion) dan Kuliner.

“Kita di Sumatera Barat sangat banyak UMKM yang bergerak pada bidang kerajinan, diantaranya bordir, tenun dan songket. Ini merupakan kreativitas dari tangan, maka perlu dilakukan pembenahan dari segi kualitas dan pengemasan produk,” ujarnya

“Untuk itu perlu pelatihan kreativitas untuk memberikan ide-ide dan inovasi dalam membantu perajin di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Nevi berharap mendukungan ASEPHI dapat menjadi wahana bersama para pe­laku industri kerajinan di Sumbar pada, untuk memajukan industri ke­ra­jinan dengan dukungan untuk mengembangkan usahanya, baik dari pemerintah dan stakeholder lainnya.

Dalam kesempatan itu Thamrin Bustami mengucapkan selamat atas di­lan­tik­nya pengurus BPD ASEPHI Sumbar Periode 2019-2024. Diharapkan, para pengurus dapat lebih intensif men­jalin komunikasi dengan BPP ASEPHI, sehingga setiap masalah yang ada, dapat segera diatasi.

Ketua Umum ASEPHI Pusat, Thamrin Bustami, mengungkapkan, Sumatera Barat memiliki potensi kerajinan tangan yang telah dikenal sejak dulu. Kualitasnya tidak kalah dengan daerah lainnya. Untuk itu, perlu pengembangan usaha tersebut, agar produk yang dihasilkan layak ekspor.

Thamrin Bustami dalam sam­­butan mengajak seluruh pe­ngu­rus dan anggota BPD ASEPHI Sumbar untuk bekerja sama menjalankan roda or­ganisasi, sekaligus memajukan organisasi.(nov)