Pada Rakor APPSI Bahas, Tingginya Harga Tiket Pesawat

0

Semangatnews, Padang — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2019 dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Hotel Grand Inna Padang, Kamis, (21/2 2019).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta APPSI dan terkhusus kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang bersedia hadir pada acara ini.

Untuk meningkatkan sinergitas antar daerah provinsi dalam mensukseskan pelaksanaan Otonomi Daerah dengan menciptakan hubungan yang harmonis antar Daerah Provinsi, dengan ada APPSI ini kita bisa membicarakan isu-isu strategis dan permasalahan yang dihadapi setiap daerah provinsi.

Dengan besarnya kegiatan APPSI ini, Gubernur Sumbar berharap dalam Rakernas nanti bisa membawa dampak positif untuk sektor pariwisata dan kuliner di Sumbar. Tujuannya, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat ke depannya.

“Ada harapan besar bagi Sumbar pada Rakernas APPSI nanti, untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat. Sekaligus dalam Rakernas nanti juga adanya pergantian Ketua Umum APPSI,” pungkas Irwan.

Lanjut gubernur sumbar menyampaikan bahwa, ada beberapa hal yang dibahas dalam APPSI, termasuk permasalahan mahalnya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar, yang berpengaruh pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menurun pendapatannya 40 persen.

Gubernur sumbar berharap pada peserta APPSI, ada kesepakatan seluruh pemerintah provinsi untuk mencari solusi terbaik, agar kunjungan wisatawan kembali banyak dan UMKM yang ada kembali bangkit lagi dan juga menjalin kerjasama terhadap produk-produk unggulan di masing-masing daerah.

Pada kesempatan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, bahwa Gubernur dan Duta Besar hampir ada kesamaan, tiga tahun terakhir ini gubernur di undang ke Istana Negara untuk dilantik, sama juga dengan duta besar, namun bedanya kalau gubernur setelah dilantik baru diberikan Surat Keputusan, sedangkan duta besar diberikan Surat Keputusan baru dilantik.

Lanjut Wapres, bahwa gubernur merupakan perpanjang tangan dari pemerintah pusat, disamping itu juga bertanggung jawab dengan wilayahnya karena dipilih langsung oleh masyarakat.

“Untuk itu tujuan dan tugas apapun dari pejabat yaitu memajukan bangsanya, memakmurkan bangsanya dengan adil serta meningkatkan harkat dari seluruh masyarakat untuk mencapai kemajuannya,” kata Jusuf Kalla.

Pada acara tersebut penyelenggara memberi kesempatan peserta APPSI untuk menyampaikan permasalahan di provinsinya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Longki Djonggala menyampaikan keluhan seluruh gubernur tentang mahalnya harga tiket pesawat dan kargo di semua rute penerbangan di Indonesia kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Termasuk hal yang sama disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Darussalam Nova Iriansyah menjelaskan, bahwa akibat kenaikan biaya tiket pesawat dan bagasi berbayar sangat merugikan masyarakat Aceh.

“Salah satu hasil bumi yang cukup dominan dari Aceh adalah ikan tuna yang saat ini hasil sangat melimpah, namun dikarenakan harga kargo pesawat mengalami kenaikan sampai tiga kali lipat dari biasanya, sehingga ikan tuna yang kita ekspor terpaksa dikurangi,” jelas Nova Iriansyah.

“Dampak buruknya sekarang pengusaha tuna telah banyak mem-PHK karyawan dan mengurangi jumlah produksi untuk menekan pengeluaran biaya,” tambahnya.

Nova mengutarakan kalau penerbangan dari Aceh sekarang lebih banyak melalui Kuala Lumpur Malaysia. Ia meminta pemerintah pusat harus memberi perhatian untuk hal ini karena akan berdampak pada perekonomian nasional.

“Seperti penerbangan dari Aceh ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan lain-lain sekarang banyak melalui Malaysia,” ujar Nova.

Dalam hal ini Jusuf Kalla menjelaskan, bahwa kalau kita turunkan lagi, ini akan berdampak juga bagi maskapai Indonesia, karena tidak bisa menutupi biaya operasional penerbangan, sehingga perlu ada keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keuntungan maskapai.

“Artinya tidak memberatkan masyarakat tetapi juga bisa menghidupi maskapai,” katanya.

Wapres menyebutkan penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC) terbukti lebih banyak membuat maskapai bangkrut dari pada tumbuh sebut saja Mandala, Batavia Air, Adam Air dan banyak maskapai sejenis.

“Banyak maskapai lain sekarang bergabung dan berada dalam dua group saja, Garuda Indonesia dan Lion Air Group. Jika dipaksa terus untuk menerapkan tiket murah, kemungkinan nanti dua maskapai yang masih ada bisa bangkrut pula hingga pesawat untuk melayani penerbangan di Indonesia tidak ada lagi,” tambahnya.

Pemerintah menurutnya bukan tidak berupaya memberikan keseimbangan itu, Garuda Indonesia bahkan telah menurutkan tarif hingga 20 persen, ini sudah maksimal dalam turunnya harga tiket.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.