Pameran #Dimension Space Berakhir, Ketiga Karya Pameran Masih Menunggu BUMN/BUMD dan OPD Sumbar Untuk Dijadikan Aset Berharga

oleh -

Pameran #DimensionSpace Berakhir, Ketiga Karya Pameran Masih Menunggu BUMN/BUMD dan OPD Sumbar
Untuk Dijadikan Aset Berharga

Semangatnews.com. Padang. Pameran
ke III “Realita Sosial” #Dimension Space yang berlangsung sejak 4 sd
10 Oktober 2020 ini dengan resmi berakhir Sabtu sore 10/10 ditandai
membludaknya pengunjung dari berbagai daerah berkunjung ke galeri Seni RupaTaman Budaya Sumbar, Jalan Diponegoro 31 Padang.

Dengan berakhirnya kegiatan
pameran ini berarti berakhir pula kegiatan tiga rangkaian kegiatan pameran yangdiselenggarakan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat melalui UPTD Taman BudayaSumbar yanf mengangkat tema “Realita Sosial” #New Life (26 Agustus sd 3 September), #New Eksplorasi (13 sd 19 September) dan terakhir #Dimension Space (4-10 Oktober) dalam rangkaain Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) dalam
menyongsong Pekan Kebudayaan Nasional (PKN).

Kepala Seksi Pameran dan
Pertunjukkan UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Sexri Budiman, saat dikonfirmasi perihal berakhirnya pameran ketiga Dimension Space itu menyebutkan, sejak pameran pertama #New Life dan pameran kedua #New Eksplorasi bahkan pameran terakhir #Dimension Space Dinas Kebudayaa melalui UPTD tetap berpedoman pada protokoler kesehatan covid. 19 memakai masker dan cuci tangan.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 Halaman 154 155 156 157, Subtema 4: Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi, Pembelajaran 2, Sehari di Sungai Ciliwung

Alhamdulillah semuanya berjalan,
tertib dan lancar sesuai yang diharapkan Pemprov Sumbar melalaui Dinas Kebudayaan UPTD Taman Budaya Sumbar. Begitu juga dengan iven lain seperti pagelaran musik, tari dan festival randai yang dikunjungi masyarakat Sumatera Barat termasuk dari luar provinsi, ujar Sexri Budiman.

Sejak berlangsungnya pameran ini
hingga hari terakhir tadi karya-karya yang tampil mulai pameran pertama hingga pameran ketiga puluhan lukisan, patung dan lainnya sengaja belum di kembalikan kepada masing-masing seniman, disebabkan pihak panitia dibantu Dinas Kebudayaan UPTD Taman Budaya Sumbar sejak pameran pertama berlangsung melalukan lobi-lobi
penawaran lukisan dan karya seni rupa lainnya ke sjumlah BUMN/BUMD, OPD
Pemprov, DPRD Sumatera Barat bahkan ke sejumlah Pemko/Pemkab se Sumbar sesuai himbauan dan ajak Gubernur dan Wakil Gubernur beberapa waktu lalu untuk mengoleksi karya-karya terbaik seniman Sumbar sebagai aset berharga pada masing-masing.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 Halaman 166 167 168 169, Subtema 4: Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi, Pembelajaran 5 Menanam Bakau

Bagaimana pun para seniman
Sumatera Barat selama ini juga termasuk masyarakat yang terdampak covid. 19, namun teman-teman seniman secara finansial tak memperoleh bantuan sejak virus
corona Covid.19 ini. Untuk itulah momen tiga rangkaian pameran yang digelar ini dapat dijadikan saatnya BUMN/BUMD dan OPD lainnya untuk mengoleksi karya-karya terbaik, ujar Sexri Budiman menyampaikan himbauan dan ajakan Gubernur edan
Wakil Gubernur beberapa waktu lalu saat pameran pertama di gelar 26 Agustus sd 3 September lalu.

Kurator pameran “Realita Sosial” #New Life, New Eksplorasi dan Dimension Space Muharyadi dan Yasrul
Sami Batubara ditemui di sela-sela berakhirnya pameran, Sabtu (10/10)
menyebutkan antusias rekan-rekan perupa Sumatera Barat, bahkan perupa urang awak dari Yogyakarta serta perupa dari daerah tetangga Bengkulu, sangat kita acungkan jempol, karena ada di antara seniman dalam tiga kali pameran di galeri seni rupa ini menyediakan puluhan karya untuk di gelar di ruang pameran tanpa
mengabaikan sistim kuratorial sesuai juknis yang ada.

Baca Juga:  Pastikan Stok Pangan Sumbar, Wagub Audy Joinaldy Tinjau TTIC

Dalam catatan kurator sejumlah
nama-nama perupa penting perupa nasional asal Sumatera Barat tetap berada dalam eksistensi kekaryaaan yang perlu diamati dan ditelusuri secara cermat baik dari aspek isi, tema dan pesan-pesan menarik yang disampaikan secara visual tetap

saja meluncur kepermukaan berisikan seperangkat nilai-nilai dalam perpektif
kebudayaan bernilai estetis tinggi, ujar Muharyadi dan Yasrul Sami mengakhiri. (FR)

No More Posts Available.

No more pages to load.