Pameran Tunggal Karya Laila Tifah, Pelukis Wanita Indonesia yang Ulet, Kreatif dan Penuh Kedigdayaan

oleh -
Laila Tifah, Pelukis Wanita Indonesia yang Tetap Mempertahankan Kepelukisannya dengan Ulet, Kreatif dan Penuh Kedigdayaan

Obyek Ngarai sianok yang menjadi backround merupakan obyek pemandangan alam yang sangat fenomenal di mata banyak pelukis di tanah air bahkan pelukis mancanegara sekalipun. Karya yang bermain dengan tarikan garis-garis lembut dan warna kecolatan tua ini terlihat mampu menghipnotis mata penikmat. Ia menyodorkan persoalan yang penuh dramatik dalam puisi dan garis warna.

Laila Tifah, anak ketiga dari pelukis dan sastrawan Nasjah Jamin dan penulis buku Gairah untuk Hidup dan untuk Mati dan Hari-hari Akhir Si Penyair tentang Chairil Anwar dan Affandi Pelukis, merupakan satu diantara sedikit pelukis wanita Indonesia yang tetap mempertahankan dunia kepelukisannya dengan ulet dan kreatif. Banyak karya-karya terbaik yang lahir melalui hasil penjelajahan ktreatifvitasnya yang diangkat kepermukaan.

Baca Juga:  Aplikasi Game Penghasil Saldo Dana, Cuma Daftar Dengan Email Dan Facebook Tanpa KYC Bikin Nambah Cuan

Menurut hemat kita, ditengah gelombang pasang surut dunia seni lukis Indonesia, apalagi saat pandemi covid. 19 ini melingkari kita semua, pemunculan sejumlah pelukis wanita mampu menambah perbendaharaan peta seni rupa Indonesia dan patut diapresiasi secara utuh, karena selain memiliki pengalaman berkarya yang cukup matang, isi dan kontens karya-karya mereka juga syarat makna dan nilai-nilai yang ada di dalamnya, termasuk diantara pelukis Laila Tifah.

Salah satu karya Ifah berjudul Tamasya, 185×300 cm, akrilik, 2020 ia terlihat mengekspresikan suatu emosi perihal tamasya dengan mengangkat kaum gender sebagai “obyek utama” yang dikemukakan melalui karakter dean gerak obyek rata-rata kaum gender. Artinya ifah mencoba menjalankan  ekspresi artistik mewakili eskpresinya yang kian hanyut oleh perasaannya, yang lahir kemudian karya nilai dan makna kebersamaan sebagai bentuk simbolisme karena bagi Ifah karya tidak reproduksi semata dan kenyataan yang kongkret. memuaskan gagasan yang tersembunyi untuk di­lahirkan dengan perantaraan gerak. Idenya dipindahkan ke kanvas sehingga tampilah wujud dibalik tamasya.

No More Posts Available.

No more pages to load.