Pasien Covid ASN-Pakar Medis Sembuh Setelah Tiga Minggu Jalani Isolasi

oleh -

Pasien Covid ASN-Pakar Medis Sembuh setelah 3 Minggu Jalani Isolasi

Semangatnews, Bukittinggi РWabah virus Covid-19 yang merambah tanpa pandang bulu ,baik pangkat, jabatan  sekalipun dokter , terimbas olehnya . Seperti pasien Doni Dahran pejabat pada Dinas PUPR Kota Bukittinggi sebagai Kabid Jalan-Jembatan selama 35 hari tidak masuk kantor dikarenakan terpapar cocid-19 .

Pada Senin 19/10, pejabat tersebut telah aktif kembali karena telah dinyatakan sembuh dari wabah virus yang membahayakan bahkan dapat meghilangkan nyawa .

Namun Doni Daran kepada wartawan menjelaskan selama penderitaan covid-19 yang dialaminya selama 1 bln plus 5 hari , telah berhasil mengembalikan fisiknya sembuh seperti semula dengan mengurung diri di rumah ( isolasi mandiri ) .

Selama mengurung diri , memang harus terpisah dengan keluarga , seperti istri dan anak-anaknya , semuanya selalu terpisah ,kamar tidur , kamar mandi , juga seperti makan sendiri setelah makan piring langsung di tarok dalam ember yang berisikan air dan sabun, mengutip kisah nya sebagai pasien terpapar covid dengan perawatan isolasi mandiri di rumah jelas nya pada wartawan .

Lebih detail Doni Dahran selama perawatan isolasi , selalu berzikir dan berdo’a pada Allah , namun yang lebih perlu kita yakin pada Yang Kuasa dan jangan sekali-kali bersikap panik dan cemas menghadapi virus covid-19 .

Sementara dua orang tenaga kesehatan seperti Dr.Anbiar yang seharian bertugas di rumah sakit Yarsi terpapar covid-19 juga dr.Khairul yang menjabat direktur pada RSAM .Kedua orang dokter ini telah sembuh dan telah menjalankan aktifitas nya sebagaimana biasa .

Awalnya dr.Khairul satu Minggu dirawat dilakukan swab untuk pemeriksaan “PCR ” hasil nya negatif dan untuk tes swab kedua dinyatakan negatif sehingga dinyatakan sembuh dari covid-19.

Namun masih tetap dianjurkan istirahat oleh dokter yang mengawasi sampai gejala sisa batuk ringan benar2 hilang dan pulihnya stamina. Setelah dua minggu istirahat dinyatakan sembuh .

Sementara dr.Anbiar yang sampai ditayangkan berita diam dan bungkam .

Pentingnya wartawan untuk mengutip pengalaman dua orang dokter yang terpapar covid , karena perawatannya isolasi mandiri agar dapat disosialisasikan pada masyarakat.

Seperti apa dan bagaimana cara merawat secara isolasi mandiri itulah tujuan wartawan konfirmasi dengan sang pakar medis .

Namun hanya sia-sia dan sedikit kecewa jurnalis tidak memperoleh penjelasan dengan baik dari dr.Anbiar ( Yet ).