Pemprov. Sumbar Gelar Bazar Ramadhan, Untuk Tekan Gejolak Harga.

oleh -

Semangatnews.com, Padang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pasar murah selama empat hari di bulan ramadhan (14-17 Mei 2019). Hal itu dilakukan untuk membendung lonjakan harga bahan pokok selama bulan puasa serta memberikan harga murah bagi warga miskin.

Dalam kegiatan pasar murah (bazar) tersebut gubernur Irwan Prayitno
menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi gejolak kenaikan harga, selain itu harga yang dijual di bazar lebih murah dari harga pasar dan diperuntukan bagi golongan menegah ke bawah.

“Dengan dibukanya bazar atau pasar murah ini, kita berharap dapat menurunkan inflansi yang kecenderungannya terjadi selama Ramadan,” kata Irwan Prayitno saat membuka bazar di halaman kantor Disperindag Sumbar.

Sementara untuk harga sudah pasti di bawah harga pasaran termasuk bahan-bahan pokok juga kita tekankan supaya kebutuhan masyarakat di bawah harga pasaran, seperti telur, daging, ikan, daging ayam, cabe, bawang putih, di sini kita sediakan dan tepung terigu minyak goreng.

“Saya lihat sepintas bazar ini termasuk lengkap yang ada dipasaran seperti makanan-makanan khas daerah, kaleng biskuit dan produk-produk khas Minang, fashionnya juga ada sediakan,” ujar Irwan Prayitno.

“Digelarnya pasar murah ini, bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar, karena memang dengan adanya kegiatan pasar murah ini minimal bisa mengendalikan harga di pasaran,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Sumbar, Asben Hendri mengatakan, kegiatan Bazar ini merupakan program setiap tahun sebagai bentuk kepedulian akan kebutuhan masyarakat dalam bulan Ramadhan.

Kegiatan Bazar Ramadhan ini, kata Asben, dilakukan di delapan titik, tujuh tersebar di Kota Padang dan satu berada di Kabupaten Agam.

“Delapan titik tersebut, diantaranya di Kantor Disperindag Sumbar, Kecamatan Koto Tangah, Padang Selatan, Padang Utara, Kuranji, Lubuk Begalung, Kecamatan Nanggalo, dan di Kabupaten Agam,” rincinya.

“Pasar murah ini diselenggarakan dengan tujuan benar-benar menjadi pembantu bagi warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan lebaran,” ulasnya.

Dalam kegiatan ini, tambah Asben, terdapat sejumlah komoditas yang disubsidi, sehingga harganya sangat terjangkau masyarakat. Seperti daging sapi yang dijual Rp110.000 per kilogram, sedangkan harga di pasaran Rp120.000 per kilogram. Kemudian telur ayam ras, yang dibanderol Rp39.000 per papan, disubsidi menjadi Rp34.000 per papan.

“Kalau untuk beras, minyak goreng, tepung, gula pasir, tak perlu disubsidi. Sebab Bulog dan PPI menyediakan dengan harga dibawah Harga Eceran Tertinggi,” tutupnya. (nov)