Penanganan Covid-19 Fallacy ?

oleh -

Bukan tiap hari dilaporkan gugus tugas selama ini. Jika dipastikan kondisi yang baik, angka positive rate yang kurang dari 5% juga harus diikuti dengan penurunan kasus rawatan & ICU secara terus menerus selama 2 minggu. Jadi, hasil ini akan terdilusi, tidak ada maknanya angka positive rate yang rendah sedangkan jumlah kasus rawatan dan ICU Covid-19 meningkat.

Apalagi, rumah sakit dilaporkan penuh dan tidak sanggup menampung pasien dengan gejala sedang dan berat. Dalam pengendalian, analisis dan surveilans yang mumpuni, lonjakan kasus sedang dan berat ini bisa diantisipasi sebelumnya.

Baca Juga:  Trending! Download Twibbon Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, Pasang Bingkai Foto Kerennya!

Epidemic intelligence dalam penguatan komprehensif surveilence harus diimbangi ketika testing massif dilakukan.

Penyediaan tempat isolasi menjadi konsekuensi yang harus disediakan pemerintah. Jika tidak, mustahil mata rantai penularan itu terputus.

Ibarat main petak-umpet (main Cik-Mancik), ketika kita berhasil menangkap, yang ditangkap menularkan lagi karena tempat isolasi yang tidak ada dan isolasi yang tidak benar dilakukan.

Baca Juga:  Bersantap Siang di "Ruang Tamu " Pensiunan Garuda Indonesia: Catatan Ilham Bintang

Ini menjadi pekerjaan yang sia-sia pada akhirnya dikarenakan strategi dan pengendalian tidak komprehensif dilakukan. Ketika virus corona ini tetap ada, dan kita terus beraktivitas.

Kesetimbangan epidemiologi antara Agent (Virus), Host (Orang) dan Enviroment (Lingkungan) ini yang menjadi pendekatan utama dalam upaya pengendalian Covid-19.

Menata Ulang Kembali Strategi Pengendalian Covid-19

Baca Juga:  Ahmad Muzani: Prabowo Instruksikan Bantu Korban Banjir Kalteng

Tidak ada kata terlambat, strategi pengendalian perlu ditata ulang.
*_Pertama_*, penguatan peran dinas kesehatan sebagai _leader_, baik provinsi, kabupaten dan kota dalam upaya pengendalian untuk memutus mata rantai penularan dan laju penularan dan kematian Covid-19.

No More Posts Available.

No more pages to load.