Perupa Bengkulu Bertekad Seni Rupa dan Industri Kreatif Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

oleh -

Perupa Bengkulu Bertekad Seni Rupa dan Industri Kreatif Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Semangatnews.com, Bengkulu – Menghadapi tahun 2020 yang tinggal menghitung hari, perupa dan pelaku industri kreatif Bengkulu bertekad menjadikan seni rupa dan industri kreatif menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Provinsi Bengkulu dengan luas wilayah 19.788,70 km persegi atau 1.978.870 Ha yang dimanfaatkan untuk kawasan hutan sebesar 476.571 ha (24%), kawasan pelestarian alam sebesar 444.398 ha (22%), dan sisanya sebesar 1.057.901 ha (53%) digunakan sebagai areal pertanian, perkebunan, pemukiman dan industri memiliki potensi perupa dan pelaku industri kreatif di kancah nasional.

Dengan demikian diharapkan para perupa yang ada dan pelaku industri kreatif mampu memperkuat pembangunan bidang kebudayaan, kesenian serta industri kreatif sebagai kekuatan baru di bumi raflesia itu, ujar sejumlah perupa dan pelaku industri kreatif saat dihubungi Semangatnews.com ditempat terpisah, belum lama ini.

Ujang Hamidi (57 th) pelukis otodidak Bengkulu menyebutkan, potensi seni rupa dan industri kreatif sejak lama hingga saat ini cukup menggembirakan, hal itu ditandai berbagai iven dan pameran yang pernah digelar selama beberapa tahun terakhir di propinsi Bengkulu ditandai banyaknya anak-anak muda dan karya-karya terbaik lahir kepermukaan, selain muka-muka lama yang tetap eksis dan produktif berkarya.

Persoalan yang mungkin perlu disiasati dan dikaji secara komprehensif untuk kedepan adalah bagaimana seni rupa dan industri kreatif yang kini tersebar di sejumlah beberapa titik kabupaten/kota di propinsi Bengkulu itu dapat di sinergikan dengan sektor pembangunan lain seperti bidang pembangunan kesenian, kebudayaan dan industri kreatif menjadi kekuatan baru di propinsi Bengkulu, sama seperti di daerah-daerah lain di tanah air, ujar Ujang Hamidi.

Pelukis dan pekerja seni Romi (40 th), alumni ISI Yogyakarta (2005) yang telah lama menetap, berkarya dan bekerja di propinsi Bengkulu menyebutkan, mengingat akan pentingnya fungsi dan peran strategis dunia seni rupa dan industri kreatif sebagai salah satu kekuatan baru selain bidang-bidang lain di daerah ini agar maju serempak.

Artinya soal ranah kekaryaan baik seni rupa maupun industri kreatif kita serahkan kepada masing-masing perupa dan pelaku industri kreatif dengan segala kreatifitas dan produktifitasnya di masing-masing karya yang diciptakan. Kemudian soal kebersamaan perupa dan pelaku industri kreatif tentulah diharapkan mampu berkolaborasi dan bereksplorasi satu dengan yang lainnya dalam banyak kegiatan baik person maupun komunitas yang ada guna menciptakan iklim berseni rupa dan industri kreatif secara sehat dan komptetetif guna mensinergikan seni rupa dan industri kreatif di tengah-tengah pembangunan yang sedang berjalan, ujar Romi menambahkan.

Pekerja industri kreatif dan perajin Batik Bengkulu, Yunizah (57 th) asal “urang awak” kepada Semangatnews.com perihal seni rupa dan industri kreatif di masa depan, menjelaskan, kini persaingan industri kreatif yang menjadi kekuatan baru di Indonesia. Persaingan sektor industri kreatif kini bukan lagi antar negara, tetapi juga sudah menjadi persaingan antar propinsi dan antar daerah yang kian berkembang pesat.

Diantaranya sektor barang seni, desain dankerajinan dan lainnya yang meliputi barang-barang asli unik, langka melalui proses kreasi, produksi dan distribusi dari suatu produk yang dihasilkan. Dengan kata lain sektor kerajinan ini di buat oleh tenaga pengrajin mulai dari disain sampai proses hasil penyelesaiannya. Sektor kerajinan memanfaatkan serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, dan kayu dapat diolah dan dibuat menjadi seni kerajinan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Begitu juga halnya dengan seni batik atau kerajinan batik sebagai salah satu warisan dunia versi Unesco yang cuma ada di Indonesia.

Herwandi (31 th) pelukis muda kreatif yang telah sekian kali mengikuti iven-iven besar diantaranya Sumatera Biennalle dan beberapa iven lainnya didampingi pengamat seni rupa dan kutaror, Muharyadi yang sengaja bertandang ke sejumlah titik perupa dan pekerja industri kreatif Bengkulu baru-baru ini, berpendapat menghadapi seni rupa dan industri kreatif masa depan di propinsi Bengkulu, pihak pemerintah baik legislatif maupun eksekutif serta stack holder terkait seyogyanya dapat memberi ruang seluas-luasnya kepada perupa dan pekerja industri kreatif agar teman-teman mampu menghasilkan karya-karya terbaik dalam setiap ruang dan waktu. (SS/FR/YSM)