PILKADA 2020: THE SHOW MUST GO ON

oleh -

Urgensi Suksesi

Saya fikir, 270 daerah yang akan melangsungkan Pilkada pada tahun 2020 ini merupakan jumlah yang sangat banyak. Ada sekian puluh juta rakyat yang nasibnya ditentukan oleh kualitas kepemimpinan (leadership) kepala daerah saat ini. Mungkin saja, ada daerah-daerah yang sudah “beruntung” memiliki gubernur, walikota atau bupati yang mempunyai kapasitas kepemimpinan yang kuat dan efektif dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di daerah mereka. Untuk kasus demikian, bolehlah rakyat merasa bahwa suksesi kepemimpinan melalui Pilkada bukan agenda yang mendesak.

Baca Juga:  [Sejarah] Lagu 'Genjer Genjer' Dilarang, Apa Sebenarnya Lirik dan Maknanya dalam Bahasa Indonesia

Namun, dengan logika sederhana dapat pula dikatakan bahwa tingkat keparahan penyebaran dan juga mortality rate Covid-19 yang terus meningkat di berbagai daerah juga menunjukkan adanya kepemimpinan dari sebagian kepala daerah yang patut dipertanyakan. Jika tidak segera diganti, bagaimana nasib daerah tersebut? Memang, tentu ada pula orang yang mengatakan bahwa suksesi kepala daerah selama ini nyatanya tidak begitu signifikan menghasilkan perubahan. Dari periode ke periode sama saja.

Meski tidak ada jaminan penuh, namun pemilihan dalam sistem demokrasi sekurang-kurangnya memberikan harapan baru kepada rakyat. Bahkan menurut saya, Pilkada yang dilakukan di tengah masa pandemi dapat menghasilkan keterpilihan figur-figur yang lebih berkualitas. Di masa krisis seperti hari ini, akan lebih tampak mana sosok-sosok pemimpin yang kompeten dan mana yang inkompeten. Mana yang benar-benar berkorban dan cinta rakyat, mana yang oportunis. Misalnya untuk figur-figur petahana, rakyat bisa menentukan apakah mereka layak dipilih kembali atau harus diganti.

No More Posts Available.

No more pages to load.