Prediksi Saham, Penyebab Anjloknya Saham Saham Blue Chip: Saham Unilever, TBK (UNVR)

oleh -
Saham UNVR
Saham UNVR

Karena itulah, kemudian diusulkan peraturan baru: Bobot pengaruh dari pergerakan tiap-tiap saham LQ45 terhadap naik turunnya indeks LQ45 itu sendiri, itu tidak lagi dihitung berdasarkan market cap perusahaan secara keseluruhan, melainkan hanya market cap free float.

Sedangkan rumus market cap free float, atau kita singkat saja market cap FF, adalah harga saham dikali jumlah saham beredar yang dimiliki oleh investor publik, alias saham free float (disebut ‘free float’, karena saham yang dimiliki publik inilah yang bebas diperdagangkan di bursa, sedangkan saham yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali biasanya hanya di-hold saja).

Baca Juga:  Aplikasi Penghasil Saldo Dana ini Bisa Jadi Pemasukkan Harian, Cobain Aja Pasti Ketagihan

Berdasarkan aturan baru dimana bobot pengaruh saham terhadap indeks LQ45 tidak lagi dihitung berdasarkan market cap-nya, melainkan hanya berdasarkan market cap FF-nya, maka saham-saham dengan porsi kepemilikan publik alias free float yang kecil, itu bobot pengaruhnya terhadap pergerakan indeks LQ45 akan turun.

Tapi dengan adanya peraturan baru ini, maka otomatis HMSP dan UNVR, dan mungkin juga GGRM serta ICBP (selebihnya harusnya tidak akan berpengaruh, karena perubahan bobotnya sangat kecil), akan mulai ditinggalkan para fund manager ini, dan mereka beralih ke TLKM, ASII, dan BBRI.

Baca Juga:  Tanpa KYC, Aplikasi dan Game Penghasil Saldo ini Bisa Hasilkan Cuan Berkali-kali

Ada beberapa hal yang kemudian menjadi perhatian:

Pertama, fund manager yang lebih menggunakan indeks LQ45 sebagai patokan kinerja ketimbang IHSG. Sebagian besar fund manager tetap menggunakan IHSG sebagai patokan, dan fund manager yang pake indeks LQ45 biasanya hanya karena mereka kesulitan mengalahkan IHSG itu sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.