Resmikan Pabrik Esemka, Presiden Jokowi: Saya Mendukung Pengembangan Industri Otomotif Nasional

oleh -

Resmikan Pabrik Esemka, Presiden Jokowi: Saya Mendukung Pengembangan Industri Otomotif Nasional

Semangatnews, Boyolali – Presiden Joko Widodo pada Jumat, 6 September 2019, meresmikan pabrik serta sarana dan prasarana produksi PT Solo Manufaktur Kreasi, Kabupaten Boyolali, yang dikenal luas dengan produk Esemka. Berdirinya pabrik tersebut menandai langkah dan upaya awal bagi merek Indonesia ini untuk meningkat ke level manufaktur dan membangun industri otomotif lokal.

Baca Juga:  Guru dan Tenaga Kesehatan Tahun Depan Tidak Bisa jadi PNS, Hanya Bisa Jadi PPPK

“Mobil Esemka ini adalah _brand_ dan _principal_-nya Indonesia. Ini adalah merek kita sendiri yang sudah dirintis kurang lebih sepuluh tahun yang lalu oleh para teknisi dan oleh anak-anak SMK,” ujarnya.

Presiden mengatakan, peresmian pabrik yang dilakukan olehnya tersebut merupakan bentuk dukungannya secara pribadi terhadap pengembangan industri otomotif nasional.

“Banyak yang bertanya kenapa saya mau meresmikan pabrik Esemka ini. Ya karena saya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Mendukung merek lokal, mendukung merek nasional. Itu saja jawabannya,” tuturnya.

Baca Juga:  Iuran BPJS Kesehatan Naik Awal Januari 2021, Berikut Rincian dan Penjelasan Kemenkeu

Menurutnya, berdirinya pabrik baru Esemka ini nantinya akan mendatangkan efek berganda bagi industri-industri lain termasuk industri kecil dan menengah. Esemka diketahui telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan-perusahaan lokal untuk pengadaan suku cadang kendaraan yang diproduksinya.

Selain itu, beroperasinya pabrik tersebut juga dipercaya akan turut menggerakkan ekonomi Kabupaten Boyolali dan sekitarnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Serahkan 584.407 Sertifikat Tanah Awal Tahun 2021

“Pabrik Esemka akan memiliki efek yang berantai di belakangnya. Baik (bagi) pemasok, baik industri-industri menengah, baik industri-industri kecil, sampai industri rumah tangga yang berperan dalam rantai pasokan yang panjang sehingga membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya,” kata Presiden.