Satu Ibu Dua Anak Tinggal Serumah dengan Kambing Adakah Yang Peduli

oleh -

Oleh : Zulnadi/Pemred

Berita menyedihkan itu datang dari Kota Padang Panjang. Kota yang hanya dua kecamatan dengan penduduk kurang lebih 25 ribu. Kota yang juga disebut kota dingin, sedingin nasib salah seorang warganya bernama Las usia kurang lebih 30 tahun. Ia dengan dua orang anaknya Hafidzah 5 thn dan Imas 2,5 thn tinggal seatap dam serumah dengan kambing peliharaannya.

Tinggal di tempat yang tidak layak. Jauh dari keramaian, jauh dari rumah penduduk. Tidak ada listrik, tak ada tempat mandi. Dalam rumah tidak ada perlengkapan rumah tangga. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Seperti tidak ada yang peduli.
Satu ibu dua anak ini sepertinya tidak punya suami. Apakah ditinggalkan atau meninggal tidak ada penjelasan secara resmi. Berita nestapa uni Las sudah beredar di sejumlah media sosial.

Menuju rumah Ibuk Las ini harus melalui tebing yang curam, apalagi sekarang musim hujan.
Parasaian tinggal di atas rumah sekaligus kandang kambing ini sudah dinikmatinya selama dua tahun.
Dari dalam rumah reyot ini, tercium bau kotoran kambing yang menyatu dengan udara dingin kota Padangpanjang yang diapit dua gunung; merapi dan Tandikek.
Lantai rumah separoh dari papan, separohnya lagi dari seng.
Dinding rumah juga dari seng sudah berkarat dan bolong. Tak hanya sampai disitu atap rumah-pun sudah banyak yang bocor. Tak terbayangkan dikala malam tiba, nyamukpun bergegas mencari pori pori menghisap darah ketiga insan ini.

Sudah pasti tidurnya tidak nyenyak.
Rumah layaknya untuk binatang piaraan itu berdiri diatas tanah milik orang lain. Ia rupanya menompang di atas lahan orang lain, yang sewaktu-waktu dapat saja diambil pemiliknya.
Bagaimana kehidupan sehari- harinya? Ia menghidupkan anaknya dari menjual rimbang di Pasar Padangpanjang. Setiap hari berjalan ke pasar dengan 2 anak yang masih kecil. Lalu rimbang itu dibagi dalam bentuk onggokan dengan harga seribu rupiah satu onggok. Jika terjual 10 onggok maka dapatlah Uni Las ini uang Rp 10.000.
Miris, terkadang jualan ini tak laku, maka hargapun diturunkan yang penting rimbang habis walau uang tidak seberapa Ia dapat.

Adalah Pengurus Minangkabau Muslim Care (MMC) yang berinisiasi untuk membantu kehidupan uni Las yang papa ini.
Dengan penuh kesadaran dan niat ikhlas Minangkabau Muslim Care mengadakan Rapat Koordinasi dengan Lurah dan RT V Silayiang Ateh Padang Panjang.
Kesimpulan pertemuan; MMC siap membantu membangunkan rumah semi permanen yang layak huni untuk Ni Las dan Dua Orang Anaknya.
Berkaitan masalah tanah, maka perangkat Lurah bersama tokoh masyarakatnya mencarikan lahan sebidang perumahan.
Sekiranya lahan permanen yang akan diberikan kepada Ni Las dan dua orang anaknya tidak ada yang gratis, hibah, atau berupa pemberian, maka Pengurus MMC akan berjuang untuk dapat membelikan lahan seperumahan.
Untuk itu Pengurus Minangkabau Muslim Care (MMC) menghimbau dan mengetuk hati dermawan dan pemerintah kota Padang dengan Walikotanya yang baru Fadli Amran.
“Basamo mako manjadi ringan dalam melepaskan belenggu kemiskinan yang merantai Ni Las dan dua orang anaknya ini”,ujar Muhammad Siddieq.
Tekad MMC bagaimana uni Las memiliki lahan dan rumah yang layak huni.
Jika ada yang tersentuh dengan nasibnya kirim ke Bank Muamalat
No. Rek. 4230014005
A/N. Minangkabau Muslim Care ( MMC ) dengan kontak person
Muhammad Shiddieq Al Minangkabawy.
HP. 085364296465.Hamzah Abu Maryam HP. 082386321556. Abu Dzaye Fathummaly HP. 082384411176.Khaidir Abi Sultan HP. 081267232508.
Kalau bukan kita siapa lagi.