Selamat Jalan Pak Harmoko, Yang Selalu ” Menang Banyak”; Catatan Ilham Bintang

oleh -

Selama satu priode itu (1970-1973) PWI punya dua pengurus. Ada PWI Ros ( Ketua Umum Rosihan Anwar- Sekjen Jakob Oetama ) dan PWI Diah ( Ketua Umum BM Diah – Sekjen PG Togas). Pada Kongres XV PWI Desember 1973 di Tretes, Jawa Timur PWI kembali kepengurusan tunggal.
Dua suhu pers Indonesia itu akhirnya sepakat menerima jalan tengah : Harmoko Ketua Dewan Pelaksana PWI priode 1973-1978 . Adapun BM Diah dan Rosihan Anwar dalam posisi menempati posisi sebagai Dewan Pembina.

Baca Juga:  Pasar Bawah Bukittinggi Dinihari Terbakar Habiskan 150 Petak Kios

// Ketum Golkar pertama //

Dua puluh tahun kemudian Harmoko kembali mengulang suksesnya. Ia terpilih sebagai Ketua Umum Golkar priode 1993-1998. Harmoko menjadi Ketua Umum keenam Golkar sekaligus orang non militer pertama yang menduduki jabatan tersebut. Lima pengurus sebelumnya semuanya militer. Mulai dari ketua umum pertama Jendral Djuhartono, Suprapto Sukowati, Amir Moetono, Sudharmono, dan Wahono.

Setelah Pemilu 1997, yang dimenangkan Golkar dengan perolehan suara sekitar 74 % ( PPP 22 % dan PDI 3 %) mengantarkan Pak Harto kembali terpilih untuk keenam kalinya sebagai Presiden RI. Dengan BJ Habibie sebagai Wapres. Menjadi pengetahuan umum, kesediaan Pak Harto untuk kembali menjadi Presiden itu atas bujukan dan jaminan Harmoko bahwa ” rakyat memang menghendaki Pak Harto lanjut”. Perolehan suara Pemilu Golkar memang menjadi bukti kuat. Tak terbantahkan. Secara formal legalistik.

No More Posts Available.

No more pages to load.