Sudirman Said: Bung Karno Melarang Pancasila Jadi Milik Satu Golongan

oleh -
Sudirman Said: Bung Karno Melarang Pancasila Jadi Milik Satu Golongan

Semangatnews– Pancasila milik bangsa Indonesia. Bukan milik satu golongan atau Partai tertentu. Demikian juga halnya dengan Bung Karno. Dia milik seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said mengungkapkan hal itu dalam dialog untuk Radio Bravost bertema Sukarno dan Pancasila, Sabtu (27/6/2020) di Jakarta. Cendikiawan Dr. Nasir Tamara juga menjadi Narasumber dalam dialog tersebut.

Menurut Sudirman jika ada kelompok atau golongan yang memonopoli klaim terhadap Pancasila dan Sukarno, kelompok tersebut justru mengkerdilkan Sukarno. Karena Sukarno tegas menyatakan Pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Demikian juga dirinya.

Ia mengungkapkan, Sukarno pernah membubarkan Barisan Pendukung Sukarno (BPS). Sukarno juga mengingatkan hal ini kepada kelompok Gerakan Pembela Pancasila yang pada 22 Juni 1945 datang kepadanya untuk memberikan dukungan.

“Saat diminta pidato, Bung Karno justru menyatakan jadikan Pancasila sebagai dasar negara, bukan dasar organisasi atau kelompok,” terang dia.

“Begitu satu kelompok atau partai tampil seolah-olah paling memiliki Pancasila, maka sama dengan menjauhkan kelompok atau partai lain dari Pancasila. Itu ucapan Bung Karno,” tutur Sudirman.

Sikap Bung Karno itu dipandang sebagai sikap seorang negarawan yang mengedepankan kepentingan bangsa keseluruhan, di atas kepentingan kelompok atau golongannya. Ada kesadaran bahwa begitu seseorang menjadi pemimpin negara, maka loyalitasnya meluas kepada seluruh bangsa, tak lagi menjadi milik satu golongan. Begitupun karyanya.

“Kalaulah Pancasila dianggap sebagai buah pikiran Bung Karno, maka Bung Karno sudah mewakafkannya menjadi milik bangsa. Milik seluruh golongan,” tegasnya.

Sudirman memandang, yang penting saat ini adalah menjaga Pancasila dengan cara mempraktikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan memperdebatkannya.