Sumatera Barat Raih Provinsi Terbaik I PPD 2021, Gubernur Mahyeldi, Ini Kontribusi Keberhasilan Semua Pihak

oleh -
Kepala Bappeda Sumbar Hansasrtri bersama Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy

SEMANGATNEWS.COM  – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meraih capaian prestisius sebagai terbaik I pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2021, untuk kategori pemerintah provinsi. Selain Pemprov Sumbar meraih peringkat I, juga ada peringkat II diraih oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar) dan peringkat III diraih oleh Pemprov Bengkulu.
Prestasi ini diumumkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2021 pada penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2022, yang dilaksanakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (4/5) di Jakarta.

Baca Juga:  Polres Bukittinggi Amankan "AS" Oknum Lapas Biaro Sebagai Kurir Jaringan Narkoba

Pengumuman PPD dilaksanakan oleh Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menteri dan seluruh gubernur, bupati dan wali kota melalui virtual.

Atas pencapaian terbaik tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan rasa syukur dan selamat kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian penghargaan ini. “Ini adalah berkah Ramadhan bagi masyarakat Sumatera Barat,” ucap Mahyeldi Ansharullah dengan bangga.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Beri Penghormatan Terakhir Jenazah Alm Rusdi Lubis Secara Hitmat

PPD adalah apresiasi pemerintah kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, karena berprestasi menghasilkan perencanaan berkualitas dan mencapai target-target pembangunan di daerah. PPD ditujukan agar dapat mendorong pemerintah daerah, untuk terus berinovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan, prestasi ini berhasil diraih karena hasil penilaian dari sisi perencanaan. Di mana, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2021 sudah memuat kebijakan pemulihan Covid-19, terinternalisasi pada prioritas pembangunan dan kebijakan daerah bidang ekonomi, kesehatan dan kebencanaan. Sedangkan pencapaian pembangunan yang dinilai berhasil dilihat dari berkurangnya ketimpangan yang didukung oleh program penanganan daerah tertinggal. Dengan pendekatan infrastruktur, ekonomi, lingkungan dan pembangunan manusia.