Wagub Audy: Intensifikasi Lahan Dukung Produksi Beras Solok

oleh -

Ia menyebut untuk perluasan lahan pertanian di Kota Solok sudah tidak memungkinkan karena itu strategi yang dilakukan adalah dengan intensifikasi lahan serta pemanfaatan teknologi dan alsintan.

“KIta sudah punya Perda untuk mempertahankan luas lahan sawah yang ada saat ini. Jika intensifikasi dilakukan, ada potensi produksinya ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal menyebut produksi Gabah Kering Giling (BKG) di Kota Solok meningkat dari tahun 2019 sebanyak 13.700 ton menjadi 16.200 ton pada 2020. Kenaikan itu berbanding terbalik dengan produksi pada beberapa daerah sentra beras di Sumbar yang menurun dari segi produksi.

Ia mendorong agar produksi itu terus ditingkatkan terutama hingga akhir tahun untuk membantu menambah capaian produksi padi Sumbar pada 2021.

Baca Juga:  Wagub Audy: Pembangunan Sumbar Butuh Dukungan DPR RI

Hal itu masih memungkinkan karena melalui monotoring aplikasi Simontani melalui satelit, dari 1.143 hektare lahan sawah di Kota Solok saat ini baru yang ditanami 584 hektare atau masih ada 43 persen lahann yang belum di tanami.

“Dalam momentum ini kami mengajak kelompok tani untuk segera menanami lahan tersebut untuk mendukung capaian produksi padi 2021,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi: Peran PKK Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

Lebih jauh ia mengatakan pemanfaatan alsintan dalam pertanian sangat menguntungkan dari segi waktu, upah dan tenaga kerja. Karena itu pemanfaatannya sangat digalakkan.

Dalam kesempatan itu Pemprov Sumbar juga memberikan bantuan alsintan kepada Kelompok Tani diantaranya traktor roda dua dan handsprayer.

No More Posts Available.

No more pages to load.