Walinagari Sungai Liku Diduga Asusila di Kantor Walinagari.

oleh -

Walinagari Sungai Liku Diduga Asusila di Kantor Walinagari.

Semangatnews, Pesisir Selatan – Walinagari Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Darmawan diduga Asusila dengan seorang perempuan yang telah memiliki suami sah berinisial ES.

Akibat perbuatan itu, Sejumlah warga Nagari Sungai Liku, Menyegel kantor wali nagari setempat menggunakan beberapa helai papan pada senin (22/7).

Mereka meminta agar wali nagari tersebut untuk mengundurkan diri karena diduga telah melakukan tindakan asusila.

“Kami tidak setuju lagi kalau Darmawan (Wali Nagari Sungai Liku Pelangai) menjabat sebagai wali nagari. Karena ia melakukan tindakan asusila,” ucap warga setempat, Herman.

Herman mengatakan, bahwasannya perbuatan asusila itu dilakukan oleh Darmawan dengan seorang perempuan yang telah memiliki suami sah berinisial ES.

Baca Juga:  Kedatangan Wagub Nasrul Abit dan Rombongan Dipengungsian Korban Gempa Mamuju Sulbar 6,2 SR di Sambut Haru.

“Akibatnya, rumah tangga ES ini retak, dan suaminya tidak lagi tinggal serumah dengannya,” kata dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Saripin Panduko Sutan mengatakan, perbuatan asusila yang dilakoni oleh Darmawan selaku wali nagari di daerah itu dengan perempuan berinisial ES telah lama dicurigai. Bahkan, dua minggu belakangan, warga juga pernah melihat keduanya bertemu di tempat sepi sekitar pukul 20.00 WIB.

“Karena perbuatan itu dinilai sebagai aib dari keluarga, akhirnya keluarga ES meminta kejujuran, dan akhirnya ES ini mengaku telah beberapa kali berhubungan badan dengan sang wali nagari, termasuk di antaranya dilakukan di dalam kantor wali nagari,” lanjutnya.

Baca Juga:  MEDIASI GAGAL, SIDANG GUGATAN RP 100 MILIAR DILANJUTKAN

“Percakapan itu direkam lo, dan saya pribadi sudah mendengarnya, ia telah menjalin hubungan terlarang dengan Darmawan ini,” ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari metrans, Wali Nagari Sungai Liku Palangai, Darmawan ketika dihubungi, membantah dirinya telah berbuat asusila dengan ES. Sementara, terkait laporan itu, dia masih menunggu petunjuk dari camat dan instansi terkait atas tindak lanjut dari aksi yang dilakukan sekelompok warganya itu.

“Itu yang berorasi serta menyegel kantor wali nagari adalah lawan politik saya semuanya. Makanya untuk selanjutnya saya menunggu petunjuk, karena saya merasa dicemarkan nama baik saya, karena tidak terbukti secara hukum,” kata dia.

Baca Juga:  Rombongan Pemkab Agam Pulang dari Aceh Kecelakaan di Kota Nopan, 3 Meninggal

Ia tidak menampik, pada suatu malam sekitar pukul 20.00 WIB pernah berpapasan dengan ES dan sempat bertegur sapa karena waktu itu memiliki rencana untuk berkunjung ke rumah warga yang mendapat bantuan pembangunan rumah layak.

“Ini arahnya sudah ke pencemaran nama baik karena saya tidak berbuat, dituduh berbuat. Kita lihat saja nanti hasilnya apakah saya akan lapor atau tidak, itu tergantung dari petunjuk Muspika dan Instansi terkait,” katanya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Camat Ranah Pesisir, Zul Azril saat dihubungi, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.