Warga Batam Menilai Aparat dan Pemerintah Tutup Mata Terkait Maraknya Gelper Ditengah Pandemi Covid-19

oleh -

Warga Batam Menilai Aparat dan Pemerintah Tutup Mata Terkait Maraknya Gelper Ditengah Pandemi Covid-19

Semangatnews, Batam – Berdasarkan pantauan tim awak media dengan menanyakan beberapa masyarakat di Kota Batam, Masyarakat mengatakan bahwa Gelanggang Permainan (Gelper) ketangkasan elektronik dianggap salah satu hiburan penyakit masyarakat.

Dari dua perusahaan di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning yang yang baru – baru ini terkomfirmasi beberapa karyawan reaktif Positif Covid – 19. Karyawan dari kedua Perusahaan tersebut yang terkena reaktif positif telah di bawah ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang untuk proses karantina atau isolasi.

Hal itu seharusnya menjadi persoalan penting untuk perlu dikaji oleh Pemerintah Daerah terhadap masyarakat Kota Batam tentang kebijakan pemerintah yang telah memberikan ijin usaha termasuk salah satu penyakit masyarakat di sebut praktek perjudian (303) adanya usaha Gelper ketangkasan elektronik (Game Zone) semakin banyak buka di sudut daerah dan Kota Batam.

Sangat disayangkan dan memperihatinkan semua masyarakat, secara Umum Warga Negara Indonesia dengan prekonomian sangat merosot sekarang akibat Wabah Covid -19 yang mengakibatkan sangat terbatas menjalankan aktifitas kegiatan usaha apapun disebabkan masyarakat ketakutan dengan semakin banyak informasi – informasi terkena reatif positif Covid – 19 di berbagai daerah seluruh Indonesia maupun di tingkat Dunia (Internasional).

Akibat adanya Pandemi Wabah Covid – 19 sekarang ini, sudah banyak warga menderita dan banyak hancur rumah tangga terlebih lagi dengan maraknya pengusaha membuka jenis praktek perjudian (303) usaha Gelper ketangkasan elektronik (Game Zone) yang awalnya di buat permainan anak – anak, namun hal itu seketika menjadi modus.

Namun pada kenyataan bukan permainan anak – anak, malah masyarakat dewasa yang banyak bermain seperti sugesti pemikiran terhipnotis kecanduan tanpa disadari rumah tangganya sudah pada berantakan, ini akibat suami – suami atau para istri – istri bermain game yang tanpa disadari menghabiskan uang keluarga sehingga anak – anak dan istri serta suami mereka kelaparan bahkan banyak yang becerai dalam rumah tangga yang diakibatkan dari imbas permainan ketangkasan elektronik game zone tersebut.