Zainal Bintang;Pandemi Demokrasi

oleh -

Hal itu sendiri, katanya, tidak selalu buruk, tetapi di banyak negara sekuritisasi kesehatan masyarakat telah menghasilkan momentum tiba-tiba untuk melanggar batas privasi hingga saat ini, “dianggap tidak dapat diterima di negara demokrasi”.

Ini termasuk penggunaan alat yang mengintegrasikan kesehatan publik dan database telekomunikasi pribadi dan penggunaan data lokasi pribadi oleh pemerintah dari ponsel cerdas untuk melacak dengan cermat interaksi seluruh populasi atau untuk menegakkan kepatuhan karantina sukarela, ujar Harari.

Baca Juga:  Cara Menghasilkan Uang Dengan Game King Island, Aplikasi Penghasil Cuan Terbaru

Di luar perdebatan mengenai kebangkitan otoritarianisme tersebut, Rachel Kleinfeld dalam tulisannya Do Authoritarian or Democratic Countries Handle Pandemics Better? (31/3/20).

Ilmuwan perempuan Amerika itu  memberikan penekanan yang cukup menarik.

Menurutnya perihal penanganan Covid-19, sebenarnya bukanlah menjadi perdebatan apakah putusan yang diambil adalah otoriter atau demokratis, karena perdebatan yang seharusnya dilakukan adalah “seberapa efektif putusan tersebut mengatasi pandemic”.

Kleinfeld menegaskan, dalam situasi krisis seperti pandemi Covid-19, sudah seharusnya kebijakan-kebijakan merujuk pada sains medis.

Baca Juga:  Baca Komik Tokyo Revenger Sub Indo Chapter 211 Tanpa Iklan Menggangu

“Oleh karenanya tidak perlu lagi ditemukan perdebatan terkait apakah penerapan lockdown ataupun hadirnya surveillance state misalnya, merupakan bentuk pemerintah otoriter atau tidak”.

Kembali kepada peringatan Hari Kebebasan Pers Se–Dunia.

Lantas, bagaimana menempatkan pesan legendaris Nelson Mandela yang terucapkan belasan tahun sebelum ada pandemi Covid 19?

Revolusioner antiapartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999 itu, terkenal dengan ucapannya tentang peran pers yang sentral:  
“Pers kritis, independen, dan investigatif adalah sumber kehidupan demokrasi apa pun. Pers harus bebas dari gangguan negara. Ia harus memiliki kekuatan ekonomi untuk bertahan menghadapi kebodohan pejabat pemerintah. Itu harus memiliki independensi yang cukup dari kepentingan pribadi untuk berani dan bertanya tanpa rasa takut atau bantuan. Ia harus menikmati perlindungan konstitusi, sehingga dapat melindungi hak-hak kita sebagai warga negara”.    

No More Posts Available.

No more pages to load.