Cara Perhitungan ROA Saham, Berikut Rumus untuk Perhitungan Rasio Return On Asset

by -

SEMANGATNEWS.COM – Dalam Pasar Modal untuk menganalisa sebuah saham yang sehat di lakukanlah dengan pendekatan menggunakan analisa fundamental.

Analisis profitabilitas merupakan salah satu pendekatan dalam analisis fundamental untuk menghitung tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu.

Profitabilitas memiliki makna kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam artian seberapa mampu perusahaan menggunakan asset serta modal yang ada untuk menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin.

Ada dua rasio yang digunakan dalam analisis profitabilitas, yaitu rasio ROA (return on assets) dan ROE (return on equity ).

Return On Assets (ROA)

Return on asset atau ROA adalah indikator yang mengukur seberapa baik perusahaan dalam memanfaatkan asetnya buat menghasilkan laba atau profit. ROA dihitung dengan membagi laba bersih (net income) dengan aset perusahaan secara keseluruhan (total asset).

Semakin tinggi ROA menunjukkan semakin tinggi pula tingkat profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain semakin tinggi ROA maka semakin baik, ini artinya perusahaan mampu memanfaatkan asset yang dimilikinya untuk menghasilkan keuntungan.

Rumusnya:

ROE = (laba bersih setahun (net profit)  x 100 ) / total ekuitas (equity)

Rumus Equity:

Equity = Asset – liability

Contoh kasus:

Kita ingin melihat laporan keuangan dari Perusahaan xyz, dari data laporan keuangan yang kita dapatkan di situs idx.co.id atau dari situs resminya perusahaan di dapatkan data sebagai berikut:

Hitungan dalam miliar (Rp.miliar)

Total asset                          = 100
Total utang                         = 60
Total ekuitas                      = 40

Penjualan                            = 50
Total biaya                          = 40
Laba bersih                         = 10

Dari data laporan keuangan diatas kita hitung ROA-nya dengan cara rumus ROA sebagai berikut:

ROA = laba bersih setahun / total asset atau ( Rp. 10 miliar / Rp. 100 miliar ) = 10%

Maka didapatkan hasil ROA sebesar 10%, artinya dengan asset yang dimiliki perusahaan 100 miliar mampu mencetak keuntungan sebesar 10% atau setara dengan 10 miliar.

Selain rasio ROA dan ROE, analisis profitabilitas juga perlu mempertimbangkan margin keuntungan dari perusahaan yang terdiri dari margin laba kotor, margin laba operasi dan margin laba bersih.

Dihitung dengan cara membandingkan laba kotor, laba operasi dan laba bersih dengan penjualannya. Dapat di rumuskan sebagai berikut:

Margin laba kotor            =  laba kotor / penjualan

Margin laba operasi        =  laba operasi / penjualan

Margin laba bersih           = laba bersih / penjualan

Semakin tinggi margin maka semakin baik. Dengan rincian semakin tinggi margin laba kotor menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjual produk dengan harga yang tinggi dibandingkan dengan biaya produksinya atau biaya modal produk tersebut.

Margin laba operasi, artinya semakin tinggi margin laba operasi menunjukkan bahwa operasi perusahaan tersebut semakin efisien. Semakin efisien perusahaan semakin sehat.

Margin laba bersih, artinya perusahaan mampu mencetak keuntungan bersih setelah dikurangi semua pengeluaran atau biaya perusahaan termasuk biaya pajak keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.