PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Borong Saham IFL, Akibatnya Lays, Cheetos, Doritos Berhenti Beredar di Indonesia, Simak Prediksi Saham ICBP

by -
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Borong Saham IFL, Akibatnya Lays, Cheetos, Doritos Berhenti Beredar di Indonesia, Simak Prediksi Saham ICBP
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Borong Saham IFL, Akibatnya Lays, Cheetos, Doritos Berhenti Beredar di Indonesia, Simak Prediksi Saham ICBP

SEMANGATNEWS.COM – Pada Februari lalu seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dibeli PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hal ini tertuang dalam surat yang di kirimkan oleh ICBP kepada IDX No. 017/ICBP/CS/II/21.

Total saham yang dibeli ICBP mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Kini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL.

Apabila seluruh saham IFL dibeli oleh ICBP, maka otomatis kontrak dengan PepsiCo terputus.

Putusnya kontrak PepsiCo dengan IFL menyebabkan PepsiCo dilarang memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia.

Termasuk merek yang terkenal di Indonesia yakni Cheetos, Lays, dan Doritos

Untuk diketahui, produsen Cheetos, Lays, hingga Doritos di Indonesia adalah PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).

IFL dapat memproduksi Cheetos cs karena dikuasai oleh pemilik merek cemilan itu, Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo.

Sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi ICBP tertanggal 17 Februari 2021, transaksi pembelian saham IFL milik Fritolay oleh ICBP telah selesai dilakukan dan berlaku efektif
pada tanggal 17 Februari 2021.

IFL diberi waktu maksimum 6 (enam) bulan dari sejak tanggal transaksi untuk menyelesaikan proses transisi untuk menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk-produk makanan ringan dengan merek milik PepsiCo (Lays, Cheetos dan Doritos).

Selama periode transisi, IFL akan melakukan perubahan nama perusahaan pada semua perijinan perusahaan termasuk pencabutan perijinan produksi (Badan Pengawas Obat dan Makanan)terkait dengan produk-produk dengan merek milik PepsiCo.

Sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi ICBP tertanggal 17 Februari 2021, selama 3 (tiga) tahun dari sejak masa transisi berakhir, Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya tidak akan melakukan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produkproduk makanan ringan yang bersaing dengan produk makanan ringan IFL di Indonesia.

Strategi IFL diantaranya adalah terus mengembangkan produk makanan ringan dengan merek-merek yang sudah ada dan dikenal oleh masyarakat, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz.

Chitato dan Qtela merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia.

Chitato menjadi pemimpin dalam kategori keripik kentang, dan telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas konsumen selama lebih dari 30 tahun.

Qtela juga memiliki posisi pasar yang kuat dalam kategori traditional snacks dan telah berada di pasar selama lebih dari satu dekade.

Bagaimana prospek saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dilansir dari kontan.co.id, Willy Goutama dan Isnaputra Iskandar analis Maybank Kim Eng Sekuritas dalam riset 23 Februari 2021 menilai, dengan adanya kontrol penuh atas IFL akan memungkinkan ICBP mengalokasikan kembali kapasitas menganggur dari produk Fritolay yang dihentikan dan meningkatkan produksi produk makanan ringan yang ada.

Dia menyebut, pengambilan keputusan ini lebih cepat dalam bisnis makanan ringan ICBP.

“Transaksi tersebut 100% dibiayai kas internal dengan kas ICBP per akhir sembilan bulan tahun 2020 senilai Rp 7,31 triliun,” terang Willy dalam riset. Transaksi tersebut dianggap tidak material karena hanya mewakili 1,9% dari total ekuitas ICBP pada tahun 2019. Sehingga, ICBP tidak perlu meminta persetujuan pemegang saham minoritas untuk akuisisi ini.

Baik ICBP dan Fritolay telah menetapkan dua jual beli bersyarat kesepakatan (CSPA) untuk transaksi. Pertama, IFL harus menghentikan produksi dan penjualan merek apa pun dimiliki oleh Fritolay, yaitu Cheetos, Doritos, dan Lay’s, di depan enam bulan setelah tanggal transaksi yakni pada 17 Agustus 2021.

Berikut analisa Teknikalnya

TradingView Chart Snapshot

ICBP berpotensi break resisten di harga RP. 8.300 dengan harga sekarang pada harga Rp. 8.250, dan support di harga Rp. 8.150.

Selama bisa bertahan di atas support ICBP akan bisa menembus harga resiostennya dan jika break maka, prediksinya saham ini bisa melanjutkan kenaikannya ke harga Rp. 8.470, 8.700.

Dengan pembelian seluruh saham IFL oleh ICBP memungkinkan ICBP mengalokasikan kembali kapasitas menganggur dari produk Fritolay yang dihentikan dan meningkatkan produksi produk makanan ringan yang ada seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz yang merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.