SEMANGATNEWS.COM – Sebagai panduan belajar, berikut ini disajikan pembahasan soal dan kunci jawaban Tema 2 Kelas 4 SD/MI halaman 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, Pembelajaran 2 Subtema 3.
Materi Pembelajaran 2 yang dimulai dari halaman 102 sampai 113 ini, merupakan bagian dari Subtema 3 Energi Alternatif, Buku Siswa Tema 2 Selalu Berhemat Energi.
Soal dan pertanyaan di bawah ini dikutip dari Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (K13) edisi revisi tahun 2017. Sedangkan jawabannya dirangkum dari berbagai sumber.
Adapun materi yang dibahas di Pembelajaran 2 di antaranya: menganalisis pelaksanaan hak dan kewajiban, hingga menyanyikan lagu ‘Aku Anak Indonesia’ sesuai dengan tempo (sedang) diiringi ketukan dan tinggi rendah nada.
Berikut Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 2 Pembelajaran 2 Subtema 3:
Penggunaan energi alternatif bertujuan mengurangi penggunaan energi dari fosil, seperti minyak bumi. Mengapa? Karena butuh waktu bertahun-tahun untuk proses pembentukan minyak bumi. Selain itu, energi alternatif juga mengurangi kerusakan lingkungan. Pencemaran asap karena sisa pembakaran minyak bumi menyebar ke udara dan menyebabkan pemanasan global. Salah satu cara paling bijak yang dapat kita lakukan adalah berhemat energi.
Kunci Jawaban Halaman 103 dan 104
Ayo Berdiskusi
Ayo, Hemat Energi!
Hari ini, Udin dan teman-teman belajar mengenai energi minyak bumi. Di awal pelajaran, Pak Burhan menyajikan sebuah gambar mengenai proses pembentukan minyak bumi. Ternyata, butuh waktu yang sangat … sangat … sangat panjang. Jutaan tahun! Wah, pantas saja Udin sering mendengar anjuran “Hemat Energi” dimana-mana.
Ketika berjalan pulang dari sekolah, Udin, Lani, Edo, dan Siti berbincang-bincang mengenai menghemat energi. Mereka berpikir, seharusnya ada yang dapat mereka lakukan untuk mengajak warga di Kampung Babakan untuk melakukan penghematan energi. Listrik, bahan bakar kendaraan, dan air adalah sumber daya yang dikonsumsi oleh warga desa sehari-hari.
Edo ingat, hampir sepanjang hari televisi di rumahnya selalu menyala. Ada, atau tidak ada yang menonton! Seperti sudah menjadi kebiasaan saja untuk langsung menyalakan televisi di pagi hari. Bahkan, ketika Edo ke sekolah, ayah kerja, dan ibunya memasak di dapur, televisi masih menyala tanpa penonton. Nah, itu satu hal yang dapat Edo lakukan. Mengingatkan anggota rumahnya untuk menghemat penggunaan listrik. Memang, memperoleh aliran listrik adalah salah satu hak masyarakat. Tetapi perlu diingat, bahwa kewajiban pemakai listrik bukan hanya membayar tagihan, tetapi juga harus menghemat pemakaian!
Lani juga ingat. Ibunya selalu mengendarai sepeda motor untuk urusan apapun. Bahkan belanja ke warung Mpok Minah di ujung kampung pun, ibu mengendarai motor. Lani menyadari, ia harus mengingatkan ibu untuk menggunakan kendaraan seperlunya. Ibu perlu menghemat bahan bakar motor. Untuk jarak yang dekat, lebih baik berjalan kaki atau naik sepeda. Lebih hemat, lebih murah, dan lebih sehat! Hmm,.. Udin dan Siti jadi berpikir keras. Pasti ada yang dapat mereka lakukan untuk mengajak keluarga dan warga sekitar menghemat energi. Walaupun masih anak-anak, mereka pun menggunakan hak mereka sebagai pemakai energi. Jadi, mereka pun mempunyai kewajiban untuk melakukan penghematan. Akan lebih baik lagi jika mereka bisa menjadi pengingat warga.

Berdasarkan teks di atas analisis pertanyaan berikut.
1. Mengapa kita perlu menghemat energi?
Jawaban:
Kita perlu menghemat energi karena energi yang ada di alam jumlahnya sangat terbatas, jika tidak digunakan dengan bijak maka energi tersebut akan habis. Sumber energi yang tersisa bisa kita manfaatkan lagi di kemudian hari, terutama pada SDA yang tidak dapat diperbarui. bahkan hingga anak cucu kita bisa merasakan sumber energi yang ada di bumi.
2. Tindakan-tindakan apa yang sudah dilakukan untuk menghemat energi?
Jawaban:
Mematikan TV jika tidak ditonton, menggunakan kendaraan seperlunya, dan menghemat penggunaan listrik.
3. Tuliskan tindakan-tindakan yang belum menunjukkan menghemat energi.
Jawaban:
Tidak mematikan lampu di siang hari, menggunakan motor secara berlebihan, dan mencuci pakaian dengan air yang banyak.
4. Hal baik apa yang bisa kamu pelajari dari cerita di atas?
Jawaban:
Kita harus membiasakan hemat energi sejak dini. Dengan begitu kita berarti menjaga kelangsungan hidup generasi mendatang.
Apa yang sudah aku lakukan untuk menghemat energi?
Jawaban:

Presentasikan hasilmu di depan kelas.
Kunci Jawaban Halaman 105 dan 106
Ayo Mengamati
Sekarang, amatilah lingkunganmu. Tulislah fakta-fakta yang kamu temui mengenai kesadaran masyarakat dalam menghemat energi. Kamu dapat melakukan wawancara kepada ketua RT atau warga di lingkunganmu.
Tulislah fakta-fakta yang kamu temukan pada tabel berikut.
Jawaban:
Hal-hal yang dilakukan masyarakat mengenai kesadaran dalam menghemat energi.
1. Ada warga mematikan lampu saat siang hari.
2. Ada warga selalu menyalakan lampu di siang hari
3. Ada warga yang membiarkan kran air tetap terbuka sehingga ari terus keluar
4. Banyak anak menggunakan motor untuk pergi ke sekolah
5. Ada anak yang menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah
Dari fakta yang kamu temukan kelompokkan hal yang sudah baik dan hal yang belum baik.
Jawaban:
Hal yang sudah baik
1. Ada warga mematikan lampu saat siang hari
2. Ada anak yang menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah
Hal yang belum baik
1. Ada warga selalu menyalakan lampu di siang hari
2. Ada warga yang membiarkan kran air tetap terbuka sehingga ari terus keluar
3. Banyak anak menggunakan motor untuk pergi ke sekolah
1. Apa yang bisa kamu simpulkan. Apakah warga di sekitarmu sudah hemat energi. Jelaskan!
Jawaban:
Warga disekitarku masih banyak yang belum menghemat energi.
2. Apa dampak dari tindakan yang dilakukan?
Jawaban:
Energi akan cepat habis, dan merugikan orang lain.
3. Tulislah saranmu!
Jawaban:
Saran saya, sebaiknya kita harus menghemat energi karena energi yang ada jumlahnya terbatas.
Menghemat energi adalah kewajiban seluruh masyarakat. Dengan menghemat energi kita ikut menjaga lingkungan.
Kunci Jawaban Halaman 107 108 109
Ayo Mencoba

Lani sedang berpikir bagaimana cara menghemat energi. Setiap hari dia pergi ke sekolah diantar oleh ayahnya naik sepeda motor. Ayah Lani pernah berkata bahwa setiap hari untuk mengantar jemput, memerlukan 1/4 liter bensin. Lani mencoba menghitung selama 6 hari berapa liter bensin yang dibutuhkan. Bantu Lani ya.
Jawaban:
1/4 x 6 = 6/4
6/4 = 3/2
= 1 1/2 liter
Jadi, bensin yang dibutuhkan adalah sebanyak 1 1/2 liter.
Karena jarak rumah yang tidak terlalu jauh, Lani memutuskan untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Lani sudah berhemat energi. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu punya cara untuk berhemat energi?

Amatilah pecahan-pecahan berikut.
Jawaban:

Cobalah kamu ubah pecahan campuran 1 3/4 menjadi pecahan biasa.
Jawaban:
1 3/4 = 4 x 1 + 3 = 7/4
a. Cobalah gambar pecahan biasa yang menunjukkan pecahan campuran
Jawaban:
6/4 = 1 + 2/4
b. Cobalah kamu bagi antara pembilang dan penyebutnya.
Jawaban:
Pembagian pembilang dengan penyebut: 6/4
Tulis sisa pembagian: 1 2/4
Apa yang dapat kamu simpulkan untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran.
Jawaban:
Pecahan biasa bisa diubah ke pecahan campuran jika penyebut lebih kecil dari pembilang.
Ya, ketika kita mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa kita bisa membagi pembilang dengan penyebutnya. Misalkan pecahan

Kunci Jawaban Halaman 110 dan 111
Ayo Berlatih
Ubahlah pecahan berikut ke dalam pecahan campuran.
Jawaban:
1. 3/5 = 1 2/3
2. 4/7 = 1 3/4
3. 5/12 = 2 2/5
4. 3/37 = 12 1/3
Sekarang, bagaimana mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa? Diskusikan kembali dengan kelompokmu.
Jawaban:
Cara mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa yaitu dengan mengalikan penyebut dengan angka utuh di depan pecahan, kemudian menambahkan hasilnya dengan pembilang.
Ubahlah pecahan 1 3/4 ke pecahan biasa.
Jawaban:
7/4
Cobalah arsir yang menunjukkan 1 1/4
Jawaban:

Apa kesimpulanmu?
Jawaban:
Untuk mengubah pecahan campuran dalam bentuk gambar, kita harus memperhatikan berapa jumlah pembilang dan penyebutnya lalu menentukan arsiran yang tepat dengan kotak yang tersedia.
Cobalah ubah bilangan bulat ke bentuk pecahan.

Apa kesimpulanmu?
Jawaban:
Mengubah bilangan bulat ke bentuk pecahan bisa dengan cara menyamakan penyebut terlebih dahulu.
Cobalah kalikan penyebut pecahan dengan bilangan bulat, lalu jumlahkan dengan pembilangnya.
Jawaban:
11/4 = 1 x 4 + 1 = 5/4
Apa kesimpulanmu?
Jawaban:
Mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa bisa dilakukan dengan mengalikan penyebut dengan biangan bulat, lalu menjumlahkan pembilangnya.
Setelah eksplorasi yang kamu lakukan. Simpulkan.
1. Apa hubungan antara pecahan biasa dan pecahan campuran?
Jawaban:
Pecahan campuran merupakan pecahan bisa yang pembilangnya lebih besar dari penyebutnya.
2. Bagaimana mengubah pecahan biasa ke dalam pecahan campuran?
Jawaban:
Caranya dengan pembagian pembilang dibagi penyebut.
3. Bagaimana mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa?
Jawaban:
Caranya dengan mengalikan bilangan bulat dengan penyebut lalu dijumlahkan dengan pembilang pecahan.
4. Cara mana yang menurutmu paling mudah untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran?
Jawaban:
Cara kedua, dengan mengalikan bilangan bulat dengan pembilang pecahan, lalu dijumlahkan dengan pembilang pecahan.
5. Cara mana yang menurutmu paling mudah untuk mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa?
Jawaban:
Cara pertama, dengan pembagian pembilang dibagi penyebut.

Ayo Bernyanyi
Nyanyikan kembali lagu syair “Aku Anak Indonesia” sesuai dengan tinggi rendah nada. Nyanyikan secara berkelompok dengan temanmu.

Ayo Renungkan
• Nilai-nilai apa yang kamu pelajari hari ini?
• Sudahkah warga di sekitarmu menghemat energi? Jelaskan?
—
Kegiatan Bersama Orang Tua
Sampaikan kepada orang tuamu pentingnya menghemat energi. Diskusikan hal-hal yang dilakukan untuk menghematnya.
—
*)Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sumber:
– Buku Guru SD/MI Kelas IV Tema 2 Selalu Berhemat Energi, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
– Buku Guru SD/MI Kelas IV Tema 2 Selalu Berhemat Energi, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(*/SN)
