BBPOM Sumbar Utus Payakumbuh Pada Lomba Desa Aman Ketahanan Pangan Tingkat Nasional

by -

Semangat Payakumbuh-Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) laksanakan Sosialisasi Inpres No.3 tahun 2017 Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan di Aula lantai 3 Balaikota Payakumbuh Bukik Sibaluik, Senin (19 /2).

Sosialisasi ini dibuka oleh Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh sekretaris Daerah Kota Payakumbuh H. Benni Warlis, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota, Elzadaswarman, Kadis Ketahanan Pangan, Wal Asri, Kadis Perdagangan dan UKM, Ketua Forum Kota Sehat Kota Payakumbuh, Camat se Kota Payakumbuh dan Kepala Puskesmas se Kota Payakumbuh serta tamu undangan lainya.

Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Benni Warlis, menyampaikan, untuk menunjang Kota Sehat, Pasar Sehat Perlu kiranya kita untuk meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan,” Ingin Sekdako Benni.

Sekdako juga mengatakan, Kota Payakumbuh adalah salah satu pintu masuk ke Sumatera Barat, bukan tidak mungkin orang yang membawa dagangannya ke Sumbar, terutama makanan dan obat-obatan singgah di Payakumbuh, obat dan makanan tersebut belum tentu sehat untuk kita konsumsi (makan),” ungkap Sekdako.

Benni Warlis berharap terjalinya kerjasama yang baik antara Pemko Payakumbuh dengan Balai Besar POM di Padang, “Insyaallah akan diusahakan untuk membangun kantor Balai POM kota Payakumbuh,” harap Sekdako Benni.

Kepala Balai Besar POM Padang, Martin Suhedri, menyampaikan, dengan telah adanya Tim Forum kota sehat Kota Payakumbuh, pasar Sehat serta Pasar aman ketahanan pangan, perlu peningkatan kerja sama dalam pengawasan obat dan makanan di Kota Payakumbuh khususnya,” Ingin Kepala B-POM Martin Suhedri.

Martin Suhedri juga mengatakan, Kalau pengawasan diserahkan saja ke Balai POM di Padang maka pengawasan tidak akan jalan sebagai mana mestinya, “dengan personil yang ada di Balai POM sekarang ini tidak akan sanggup untuk mengawasi dengan ribuan macam merek obat dan makanan yang beredar sekarang ini,” kata Kepala BPOM.

Saat ini banyak beredar bahan pengawet makanan  seperti borak, parmalin dan pengawet lainya serta beredarnya obat-obat palsu yang tidak tahu pruduk dari mana asalnya, “untuk itu perlu sosialisasi pengawasan dan kerja sama dengan OPD terkait, seperti Dinas kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas perdagangan dan UKM, Dinas Pendidikan dan lainya,” terang Martin Suhedri.

Untuk lebih teroktimalkan nya pengawasan terutama Daerah Sumbar Bagian Utara, Balai POM Sumbar calonkan dua daerah untuk membangun Kantor Balai POM, yaitu Batusangkar dan Payakumbuh, “Kepala Balai Besar POM Sumbar pun menetapkan Kota Payakumbuh lah yang paling tepat tempat pembangunan kantor Baru Balai Besar POM, dan juga kami memilih Kota Payakumbuh sebagai utusan Lomba Desa Aman Ketahanan Pangan untuk tingkat Nasional tahun 2018,” pungkas Kepala BBPOM. (jn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.