SEMANGATNEWS-COM- Gempa bumi ini jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake akibat aktivitas sesar aktif patahan Sumatera pada Segmen Angkola Bagian Selatan. Telah terjadi gempa bumi Magnitudo pada hari Jum’at tanggal 25 Februari 2022 pukul 08:35:51 WIB gempa pertama berkekuatan 5,2 sr lokasi gempa 18 km TimurLaut PASAMANBARAT-SUMBAR pusat 0.14 LU-99.99 BT, kedalaman 10 km. Selang 4 menit kemudian 08:39:29 WIB disusul gempa kedua berkekuatan 6,2 sr lokasi 0.15LU-99.98BT (17 km TimurLaut PASAMANBARAT-SUMBAR) kedalaman 10 km.
Data dari BNPB gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, dirasakan pada 9 kabupaten dan kota di Sumatra Barat dan 1 kota di provinsi Riau.
Gempa magnitudo mengakibatkan 7 orang meninggal dunia,5.000 orang mengungsi dan 85 orang korban luka-luka. Kerusakan akibat gempa berupa 100 rumah rusak berat, 300 rumah rusak sedang,10 rumah rusak,1 mesjid,1 kantor Balairung,1 Bank,1 aula kantor bupati dan 1 sekolah rusak.

Jumlah gempa susulan sampai tanggal 26 Februari 2022 sebanyak 50 kali. Lokasi terparah gempa di Pasaman Barat di Nagari Kajai, dan Talu serta Pasaman di Kecamatan Tigo Nagari yaitu Nagari Malampah, Nagari Lampah Barat, Nagari Ladang Panjang dan Nagari Ladang Panjang Barat.
Dalam konferensi pers Sabtu (26/02) Bupati Pasaman Benny Utama, menyebutkan total korban jiwa gempa Pasaman Barat di Kabupaten Pasaman berjumlah enam orang, selain korban akibat gempa ada juga korban akibat banjir bandang di Nagari Malampah 6 orang hilang. 2 orang baru ditemukan, masih ada 4 orang lagi yang masih dalam proses pencarian.
Gempa bumi magnitudo terbaru yang terjadi 27 Februari 2022 pukul 02:08:18 WIB berkekuatan 4,9 sr lokasi 0.23 LU,99.91 BT (7km BaratLaut TALU-PASAMANBARAT-SUMBAR), kedalaman 10 km. Kebutuhan korban gempa bumi berupa tenda pengungsi, makanan, air bersih dan mck.
Tim BMKG Pusat akan menganalisis keadaan lokasi gempa dan akan mencari data dilapangan tentang segmen yang bergerak berupa segmen Angkola, kemungkinan ada pengaruh segmen lain untuk kepastiannya akan dicari dilapangan.
Segmen Angkola merupakan salah satu dari 19 segmen di Patahan Sumatera atau Patahan Semangka. Dinamakan Angkola karena sesar Angkola memotong Sungai Angkola di Sumatera Utara panjangnya mencapai 160 km dari Sumatera Utara sampai Pasaman, Sumatera Barat. Ujung utara segmen Angkola bermula pada Lembang Batang Toru, kemudian menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatera Utara, sementara ujung Selatan berada di wilayah Sumatera Barat dekat Lembah Batang Pasaman.
Kecepatan pergerakan di segmen Angkola mencapai 19 mm pertahun dengan tipe pergeseran strike-slip yaitu pergeseran horizontal serah bidang patahan atau sesar.
Kedalaman puncak segmen Angkola adalah 3 kedalaman bawah 20 untuk magnitudo segmen Angkola menyimpan potensi maksimum mencapai 7,6 sr. Kerusakan serius akibat patahan Angkola terjadi pada tahun 1892 di sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola di antara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes.
Gempa kuat di Segmen Angkola ini terjadi pada tahun 1982, 1892, 1926 serta tahun 1971.
Gempa Pasaman Barat yang terjadi tanggal 25 Februari 2022 berkekuatan 6,2 sr belum sepenuhnya terlepas kita memang patutnya waspada dengan cara mitigasi yang tepat dan kewaspadaan gempa lainnya, ujar Ade Edward, Ahli Geologi dari Ikatan ahli Geologi Indonesia Sumbar. (AAz).
