Arung Pamalayu Menandai Usainya Festival Pamalayu Jilid II Dharmasraya

by -

SEMANGATNEWS.COM, DHARMASRAYA – Festival Pamalayu jilid II yang merupakan bagian dari acara Kenduri Swarnabhumi 2022 resmi ditutup Selasa, (23/8) di Komplek Candi Pulau Sawah Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung. Dua Gubernur serta beberapa orang Bupati/Walikota sepanjang aliran Sungai Batanghari turut hadir meramaikan acara penutupan “Alek Nasional” di Dharmasraya ini.

Menjelang lokasi pusat acara di Candi Pulau Sawah, tidak kurang 250 Perahu telah dipersiapkan panitia untuk membawa para tamu penting yang hadir, termasuk pejabat dari Kementerian Dikbudristek RI. Menaiki Perahu ini sebagai bagian dari Arung Pamalayu, simbol transportasi peradaban masa lalu. Batanghari sebagai jalur lalulintas, dan Perahu adalah sarana transportasi.

“Festival Pamalayu ini bukan hanya sekedar belajar peradaban saja, akan tetapi bagaimana caranya untuk mejaga lingkungan, sosial budaya juga harus diperkuat,” sebut Bupati Sutan Riska mengawali sambutannya saat acara penutupan

“Suatu komitmen kita untuk selalu menjaga kelestarian Batanghari dari hulu sampai hilirnya, perlu kerja sama yang kuat dan kongkrit,” sebut Sutan Riska

“Sejarah Dharmasraya, adalah cerita rakyat yang yang benar-benar terjadi, dan ini diungkapkan oleh para sejarahwan, arkeolog dan yang berkompeten di bidangnya, dan kita tidak membelokkan sejarah,” terang beliau

Bupati dua periode itu tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, tokoh masyarakat, Pemda Dharmasraya serta Dirjen Kebudayaan Mendikbudristek RI atas perhatian yang sangat luar biasa akan kegiatan Festival Pamalayu jilid II ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirjen, karena telah memberikan perhatian yang sangat luar biasa atas pelaksanaan Festival Pamalayu ini” jelasnya lagi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah apresiasi atas capaian kegiatan Pamalayu ini

“Suatu langkah tepat yang dilakukan Bupati Dharmasraya pada hari ini, karena peradaban dan segala yang kita butuhkan untuk kehidupan kita umumnya berasal dari perairan. Baik itu berasal dari laut ataupun dari sungai. Kita berharap agar masyarakat dapat mencintai dan melestarikan aliran sungai Batanghari,” harap Buya Mahyeldi.

Sisi lain Gubernur Jambi Al Haris mengisahkan hubungan yang sangat luar biasa antara Jambi dan Sumatera Barat tempo doeloe, keterikatan tali persaudaraan masyarakat di dua kawasan yang dihubungkan oleh Batanghari

“Kita ingin memberikan sebuah narasi kepada seluruh generasi muda yang ada, mengenal lebih dalam peradaban sejarah Sungai Batanghari. Bukan hanya sekedar mengetahui di Dharmasraya dan Muaro Jambi ada sebuah candi. Akan tetapi, lebih dari itu, tentang sejarah peradaban masa lalu,” tutup Gubernur Al Haris.

Tampak undangan yang hadir di bawah tenda merah dalam acara penutupan ini, Bupati Tebo, Bupati Tanjung Jabung Timur, Ketua Bundo Kandung Sumatera Barat, Ketua LKAAM Dharmasraya, Ketua MUI, Kepala Balai Sungai dan Jalan, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Unsur Forkopimda, Alim Ulama, Ninik Mamak serta tokoh masyarakat setempat. (rsy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.