Bawaslu Pesisir Selatan Lakukan Audit Sampling Pemilih Disabilitas dan Lansia

by -

SEMANGATNEWS.COM, PESISIR SELATAN – Bawaslu Pesisir Selatan melakukan pengawasan audit sampling untuk memastikan pencocokan dan penelitian data pemilih oleh petugas sesuai peraturan perundang undangan.

“Hari ini kita bersama tim Bawaslu Provinsi Sumatera Barat,melakukan pengawasan audit sampling khusus pemilih rentan kategori penyandang disabilitas dan lanjut usia (Lansia) di Kecamatan Bayang, ” Kordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas, Bawaslu Pesisir Selatan, Syafrijal Chan, Rabu (28/02) di Painan.

Ia menyampaiakn Pelaksanaan audit sampling untuk kategori penyandang disabilitas dan lanjut usia di Kecamatan Bayang seluruh warga negara indonesia yang memenuhi syarat sebagai pemilih terdaftar dan dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024 mendatang

” Kaum disabilitas adalah bagian dari warga negara yang juga harus dipastikan terdaftar sebagai pemilih,” tandasnya.

Ia melanjutkan, penyandang disabilitas dan lanjut usia menjadi perhatian khusus pengawasan kita. Pertama untuk memastikan terdaftar dalam data Pemilih , kemudian berkaitan dengan penggunaan hak pilih pada saat pemilu.

Ditambahkan, meski secara fisik memiliki keterbatasan namun hak suara pemilih disabilitas akan selalu tetap sama dengan masayarakat pemilih normal lainnya.

Ia menambahkan, proses pengawasan audit sampling data pemilih tersebut terus dilakukan setiap hari oleh panwaslu kelurahan/desa. Pengawasan tersebut sampai dengan berakhirnya masa coklit yaitu hingga 14 maret 2023.

Dari data yang diterima Bawaslu Pesisir Selatan melalui jajaran telah melakukan pengawasan melekat terhadap 25 ribu data pemilih dan pengawasan audit sampling 11 ribu lebih

Menurut Herman, warga Kapeh Panji Jaya Talaok Kecamatan Bayang sebagai masyarakat pemilih kategori disabilitas mengaku bahwa setiap pemilu maupun pilkada selalu menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon-calon pemimpin berdasarkan keinginannya sendiri.

Meski tidak bisa berjalan dan memiliki keterbatasan secara fisik, untuk datang ke TPS Herman menaiki becak dan tiba di TPS harus merangkak-rangkak untuk mencoblos menggunakan hak suaranya.

Motivasi untuk memilih tersebut didorong oleh keinginan dan hati nurani sendiri tanpa dipengaruhi oleh pihak lain, dengan harapan calon pemimpin yang dipilih mampu membawa perubahan negara khususnya daerah Pesisir Selatan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.