Kongres PWI di Bandung; Taglinenya Perubahan Besar :Oleh Zulnadi
Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 5 tahunan bakal digelar akhir September 2023 di kota Kembang, Bandung. PWI Jawa Barat dengan Ketua Hilman Hidayat dan kawan kawan sebagai tuan rumah menyatakan siap menyukseskan helat Wartawan yang dihadiri ratusan utusan PWI Provinsi se Indonesia.
Sudah lazim dalam ajang kongres apapun, bahwa ada beberapa agenda yang akan dibahas, evaluasi dan diputuskan. Diantaranya soal PDPRT, Kode Etik dan Program 5 tahunan. Namun yang lebih hangat dan mengemuka menjelang kongres adalah soal siapa bakal calon Ketua Umum periode 2023-2028.
Sebenarnya moment HPN 2023, 9 Februari lalu di Medan telah dijadikan ajang dan starting point bagi kandidat yang bakal bersaing di kongres nantinya.
Tercatat Hendri Ch Bangun, mantan Sekjen PWI era Margiono (alm) menyatakan diri untuk maju sebagai Caketum. Bung Hendri anak Medan ini sengaja membuat video dengan latarbelakang Masjid Raya Medan di Jalan Sisingamangaraja. Lokasi ini dipilih Hendri Ch Bangun pertanda Ia ikhlas dan tulus mengabdi untuk organisasi PWI bila Ia terpilih.
Masih dalam suasana HPN di Medan, maka Zulmansyah Sekedang yang juga Ketua PWI Riau menyatakan siap pula maju menjadi calon Ketum di Kongres nantinya. Sambil menikmati durian Medan, Ia bersama tim suksesnya memproklamirkan dirinya maju sebagai Caketum dengan tagline PWI HEBAT.
Begitu menyatakan dirinya siap maju, Zulmansyah tidak tinggal diam. Ia dengan timnya melakukan safari ke beberapa provinsi di Sumatera, Jawa dan Sulsel. Zulmansyah bersilaturrahim dengan pengurus PWI provinsi yang dikunjungi, berdiskusi tentu sekalian mohon dukungan. Dari agenda kunjungan tersebut, Ia tidak hanya bertepuk sebelah tangan, melainkan mendapat respon positif dari rekan rekan daerah dan menyatakan dukungan kepada Zulmansyah kelahiran Banda Aceh 2 Juli 1972 ini.
Tidak hanya sampai di situ, putra Riau Melayu ini sowan pula kepada senior senior di Jakarta. Diantaranya kepada Ketua DK PWI Pusat Ilham Bintang, Marah Sakti Siregar dan juga kepada Hendri Ch Bangun yang notabene juga menyatakan maju. Kesantunan Zulmansyah terhadap senior senior dipujikan Ilham Bintang dan kitapun pantas mengapresiasi. Ia tidak merasa sudah hebat sendiri. Ia rajin berdiskusi dengan siapa saja tanpa ada yang membatasi.
Jumat, 21 Juli 2023, dua hari lalu merupakan hari istimewa bagi tiga kandidat yang secara bersamaan diterima Ketua DK PWI Pusat Ilham Bintang di rumah pribadinya di kawasan Villa Taman Meruya, Jakarta Barat.
Mereka adalah Hendri Chairuddin Bangun, Zulmansyah Sekedang dan Ahmad Munir, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Bidang Daerah PWI Pusat.
Pertemuan yang diinisiasi Bung Asro Kamal Rokan, yang rencananya juga akan hadir Ketum PWI Atal S.Depari. Namun sehari menjelang pertemuan Atal membuat alasan, tidak bisa hadir karena ada tugas ke luar kota. Untung Ia tidak hadir karena dalam pertemuan tersebut berkembang diskusi soal jalannya organisasi yang Ia pimpin selama ini. Tentu saja tak elok membuka bobrok kepengurusan di depan Ketum Atal.
Usung Perubahan
Dari rilis yang beredar di grup WA Warga PWI dan telah pula dilansir sejumlah media, utamanya media online, kita melihat ketiga kandidat ini sepakat menyukseskan Kongres PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbanyak anggotanya.
Tidak hanya sampai disitu, mereka juga sepakat dan berkomitmen mengusung PERUBAHAN BESAR dengan mengembalikan maruah organisasi PWI pada jalur yang benar sesuai PDPRT, Kode Etik dan Kode Perilaku Wartawan yang ditetapkan kongres. Mereka siap mempresentasikan di depan kongres nantinya.
Sebelum ajang Kongres tersebut ketiga kandidat, memaparkan programnya dengan sangat baik dalam suasana guyub dan saling melengkapi di rumah Ilham Bintang .
Ketiganya sepertinya sudah memahami dengan Kepengurusan sekarang dan bahkan menyatakan keprihatinan mendalam. Dirasakan, belakangan PWI seperti tersisih dari tata pergaulan dunia pers tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan kepengurusan PWI yang digawangi Atal banyak mundurnya ketimbang maju. Yang lebih parahnya lagi mengabaikan PDPRT dan Kode Perilaku Wartawan yang disahkan Kongres Solo serta tidak mematuhi sanksi yang dikeluarkan Dewan Kehormatan sebagai institusi yang diberi wewenang untuk itu.
Bagaimana perjalanan organisasi yang dipimpin Atal selama ini dapat dilihat dari rekam jejak digital yang tidak terbantahkan. Meskipun begitu konon Atal anak Medan ini kembali menyatakan maju pada Kongres PWI di Bandung. Silakan saja.
Kembali menyoal tiga kandidat, sepertinya mereka juga sepakat, siapa pun diantara mereka yang terpilih akan mengembalikan maruah dan martabat PWI seperti sediakala. Sebagai organisasi wartawan terbesar, tertua, mestinya terpandang dan disegani.
Jalan utama menuju martabat itu, mereka sebutkan dengan mematuhi PD/PRT, KEJ & KPW. Kepatuhan pada unsur-unsur penting itulah yang terabaikan belakangan ini.
Kecuali itu, ketiga kandidat berencana akan mengembangkan pendidikan, termasuk sekolah jurnalistik yang mati suri. Marah Sakti, yang hadir dalam silaturahim itu, mengusulkan kembali dijalin hubungan dengan Sekolah Jurnalisme Univeritas Missouri Amerika Serikat. Nota Kesepakatan dengan Universitas Missouri tersebut ditandatangani di Palembang, Mei 2014 lalu. Point ini harus masuk dalam agenda pembahasan program di kongres.
Kita juga mengapresiasi bahwa tiga kandidat akan mengembangkan jejaring, dengan berbagai pihak dalam bentuk program, antara lain pendidikan. Memperluas UKW dengan menyertakan wartawan televisi dan radio. Tak kalah pentingnya adalah peningkatan kepercayaan (trust) pada PWI, membuka kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk pendidikan wartawan. Sejatinya itulah yang harus dilakukan pengurus. Tidak terperangkap dengan agenda rutin yang sering ke daerah menghadiri konferensi dan melaksanakan pelantikan pengurus.
Kepada ketiga calon Ilham Bintang menyampaikan pesan moral yang mesti diingat. Berkompetisilah secara fair untuk martabat PWI dan menjaga intergritas. Kongres PWI adalah agenda rutin setiap lima tahun tentang organisasi, tentang 20 ribu anggota, dan bukan tentang kiprah orang per orang atau kelompok.
Maruah PWI yang diharapkan seluruh anggota, hanya bisa diperoleh apabila pemimpin yang dipilih yang kompeten dan mematuhi aturan organisasi, kode perilaku wartawan, dan kode etik jurnalistik sebagai konsep operasional moral wartawan.
“Kompetisi sesuatu yang normal dalam organisasi, karena itu hindari persoalan personal,” tegas Ilham.
Pesan moral juga disampaikan Banjar Chairuddin dan N Syamsuddin Ch Haesy yang ditujukan kepada tiga calon tersebut. Mari kita sukseskan kongres dan tegakan kembali maruah PWI.
Selamat berkongres!
