Batik Canting Buana Kreatif Padang Panjang Sampai ke Istana Negara, Masyarakat Pun Antusias Untuk Belajar Membatik

by -
Batik Canting Buana Kreatif Padang Panjang Sampai ke Istana Negara, Masyarakat Pun Antusias Untuk Belajar Membatik
1. Diantara peserta upacara HUT Kemerdekaan RI ke 78 mengenakan batik Canting Buana Kreatif Padang Panjang berfoto dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono usai upacara berlangsung – Foto/dok : Canting Buana Kreatif Padangpanjang

Padang Panjang, SEMANGATNEWS.COM – Selain banyak dilirik para tokoh terkemuka di republik ini, ternyata batik produksi Canting Buana Kreatif Padangpanjang, Sumatera Barat telah beberapa kali dikenakan diantara peserta yang hadir dalam perayaan HUT RI di Istana Negara termasuk HUT RI ke 78 kemarin yang baru saja usain dari beragam busana daerah yang tampil.

Karena itu beralasan jika saat ini Sanggar Canting Buana Kreatif Batik berlokasi di jalan Bangdes II RT X, 69, Padang Panjang, Sumatera Barat, terus dibanjiri pengujung setiap harinya, baik saat hari libur maupun hari kerja guna melihat dari dekat proses kerja sanggar batik, belajar membatik bahkan lokasi riset para peneliti.

Pimpinan Sanggar Batik Canting Buana Kreatif, Widdiyanti, tengah mendemontrasikan proses membatik kepada rombongan MAN 2 Padangpariaman - Foto/dok : Canting Buana
Pimpinan Sanggar Batik Canting Buana Kreatif, Widdiyanti, tengah mendemontrasikan proses membatik kepada rombongan MAN 2 Padangpariaman – Foto/dok : Canting Buana

Hal itu diperkuat pula saat ini sanggar batik Canting Buana Kreatif tetap berkomitmen untuk menjadi kekuatan baru di Sumbar di luar pulau Jawa, terlebih setelah adanya perlindungan hak cipta batik yang dihasilkan Sanggar Batik Canting Buana Kreatif diantaranya hak cipta desain batik sebagai kekuatan tersendiri sebagaimana dipersyaratkan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI.

Guru dan siswa MAN 2 Padangpariaman tengah melakukan praktek langsung proses mencantign dari motif-motif batik di atas dasar kain batik – Foto/dok : Canting Buana --
Guru dan siswa MAN 2 Padangpariaman tengah melakukan praktek langsung proses mencantign dari motif-motif batik di atas dasar kain batik – Foto/dok : Canting Buana —

Pada akhirnya publik dapat membedakan batik Minang dengan batik2 lain di tanah air dimana batik Minang tetap menginisiasi guna mengadopsi budaya lokal, bentuk desain, proses kerja dan hasil jadi hingga publik dapat dengan mudah membedakan antara batik Minang dan bukan batik Minang.

Siswa-siswi MAN 2 Padangpariaman sangat antusias mempelajari proses pembuatan batik berbasis budaya lokal -- Foto/dok : Canting Buana --
Siswa-siswi MAN 2 Padangpariaman sangat antusias mempelajari proses pembuatan batik berbasis budaya lokal — Foto/dok : Canting Buana —

Hal itu dikemukakan pimpinan sanggar batik Canting Buana Kreatif Padang Panjang, Widdiyanti, saat di temui di sanggarnya, minggu siang 20.08.23.

Menurut Widdiyanti, di sela sela kesibukan Canting Buana melayani publik pecinta batik tulis dan eko print, kini pihaknya terus berbenah dengan tetap memperhatikan kualitas karya yang dihasilkan berpedoman pada konsep budaya lokal, bentuk desain, proses kerja dan hasil jadi. Bahkan tak jarang pula pengunjung memiliki  antusias tinggi untuk langsung belajar membatik di Canting Buana.

Sabtu kemarin, (19.08.23) rombongan dari MAN 2 Padangpariaman yang terdiri puluhan siswa dan guru dengan menumpangi dua bus  wisata mengujungi Sanggar Canting Buana Kreatif Batik. Rombongan selain melihat dari dekat proses pembuatan batik, juga berkesempatan belajar membatik langsung yang dipandu pihak sanggar.

Mereka rata-rata sangat  antusias untuk memperlajari dan mendalami seni batik Minang dengan keanekaragaman motif yang ditawarkan pihak sanggar dengan tetap memperhatikan motif ragam hias Minang sebagai kekuatan baru batik di Sumatera Barat.

Sebagai salah satu sanggar batik yang ada di Sumatera Barat, kami tetap mengapresiasi keinginan dan minat publik dari mana pun mereka berasal untuk menekuni dunia seni batik Minang melalui pembelajaran dan latihan langsung di Sanggar Canting Buana Kreatif Batik hingga publik benar-benar memahami dan mengetahui proses pembuatan batik dari awal hingga menghasilkan batik yang sesungguhnya,” jelas Widdiyanti lagi. (Mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.