DPRD Sumbar Terima Nota Pengantar Ranperda APBD 2024

by -
DPRD Sumbar Terima Nota Pengantar Ranperda APBD 2024
DPRD Sumbar Terima Nota Pengantar Ranperda APBD 2024

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD Sumbar Senin (30/10/2023). Rapat tersebut bertujuan untuk menerima nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar Tahun 2024.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, memimpin rapat tersebut, didampingi oleh Wakil Ketua Irsyad Safar dan Wakil Ketua Indra Datuak Rajo Lelo. Selain itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah undangan lainnya turut hadir dalam rapat paripurna ini.

Supardi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada rapat paripurna tanggal 31 Agustus 2023 yang lalu, Gubernur Sumbar bersama DPRD Sumbar telah menyetujui Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2024. KUA dan PPAS ini akan menjadi panduan dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun 2024.

Dalam KUA dan PPAS Tahun 2024, terdapat target pendapatan daerah sebesar Rp. 6.462.726.661.218 dan belanja daerah sebesar Rp. 6.692.726.661.218. Selain itu, terdapat juga target penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 250.000.000.000 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 20.000.000.000. Namun, perlu diingat bahwa target pendapatan dan belanja tersebut bersifat tentatif dan masih mengacu kepada target Tahun 2023.

Supardi menekankan bahwa APBD Tahun 2024 memiliki signifikansi khusus karena ini adalah APBD terakhir bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat yang masa jabatannya berlangsung dari tahun 2021 hingga 2026. Pada tahun 2024, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar akan diadakan.

Menyadari hal ini, Supardi menyatakan bahwa APBD Tahun 2024 menjadi alat terakhir untuk mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat selama masa jabatan mereka. Oleh karena itu, semua target kinerja, visi, misi, dan program-program unggulannya harus diwujudkan melalui APBD Tahun 2024.

Supardi juga mencatat bahwa pada Tahun 2024, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp. 7.331.691.000.000 dengan alokasi belanja sebesar Rp. 7.353.015.000.000. Dalam rangka mencapai target ini, ia menekankan perlunya upaya lebih kuat untuk meningkatkan target pendapatan dan belanja yang akan dimasukkan dalam Ranperda APBD Tahun 2024.

Supardi menjelaskan bahwa alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima pada Tahun 2024 adalah sebesar Rp. 2.062.837.785.000, lebih besar dari yang ditetapkan dalam KUA dan PPAS Tahun 2024 sebesar Rp. 1.953.080.098.000. Hal ini mengakibatkan kenaikan DAU sebesar Rp. 109.975.687.000 yang akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan Ranperda APBD Tahun 2024, kecuali untuk DAU yang sudah memiliki peruntukannya.

Supardi juga mencatat bahwa kondisi celah fiskal pada tahun 2024 semakin sempit dan sulit, terutama dengan meningkatnya kegiatan yang bersifat mandatory dan alokasi DAU Peruntukan. Oleh karena itu, ia mengingatkan DPRD dan Pemerintah Daerah untuk lebih berhati-hati dalam pendistribusian anggaran untuk kegiatan yang bersifat mandatory serta dalam rangka pencapaian target kinerja RPJMD Provinsi Sumatera Barat.

Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa Tahun 2024 adalah tahun ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar periode 2021-2026. Ia menggarisbawahi pentingnya kebijakan pembangunan tahun 2024 sebagai kelanjutan dari program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 untuk mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2021-2026.

Mahyeldi Ansharullah mengakui bahwa masih banyak kebutuhan pembangunan yang belum dapat dialokasikan karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, pengalokasian belanja didasarkan pada skala prioritas pembangunan dan penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan dengan memperhatikan sinergitas program dan kegiatan provinsi dengan kebijakan pemerintah.

Tema yang diusung dalam RKPD 2024 adalah “Transformasi Sektor Strategis yang Inklusif dan Berkelanjutan,” dan Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmennya untuk terus berusaha mencapai visi ini untuk kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.