Politisi Muda Berbagi Wawasan Berharga Sosok Fadly Amran Menjadi Sorotan Kawula
SEMANGATNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dinamika politik era milenial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Senin (6/5/2024). menggelar kuliah umum dengan tema “Politisi Muda Di Kancah Politik Era Milenial”.
Dr. Azwar, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyampaikan apresiasi kepada pakar politik muda, H. Fadiy Amran, B.B.A, mantan Walikota Padang Panjang 2018-2023, yang hadir sebagai pembicara.
“Pengalaman-pengalaman pak Fadiy dari perspektif komunikasi politik sangat dibutuhkan oleh mahasiswa,” ungkap Dr. Azwar.
Azawar menyoroti sosok Fadly Amran menjadi contoh nyata yang dimiliki tidak sekedar teori namun ada prakteknya yang dapat mengimplementasikan teori tersebut .
“Selama ini, mahasiswa kami lebih fokus pada teori komunikasi politik. Oleh karena itu, pengalaman nyata seperti yang dimiliki pak Fadiy dapat menjadi motivasi bagi mereka dalam menghadapi tantangan pengimplementasian teori tersebut.”tambahnya
M.A. Dalmenda, Koordinator Konsentrasi Media, TV, dan Film, juga menyoroti pentingnya undangan kepada pak Fadiy. “Banyak mahasiswa kami yang memiliki pemahaman yang baik tentang politik, terutama dari sisi media. Kehadiran pak Fadiy sebagai politisi muda memberikan perspektif yang berharga, terutama dalam menghadapi dinamika politik masa kini.” Ucapnya
Dalam kuliah umum tersebut, pak Fadiy berbagi pengalaman sebagai seorang politisi muda yang berhasil meraih posisi sebagai Walikota Padang Panjang. Ia menekankan pentingnya memahami tren media sosial dalam berpolitik, sambil tetap memegang teguh nilai-nilai kemasyarakatan.
“Mengikuti tren media sosial adalah hal yang penting, namun haruslah dibatasi dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat,” kata pak Fadiy.
Fadly Amran juga menekannkan bahwa sukses di dunia politik tidak ada hubungannya dengan usia melainkan mampu mengikuti trend dan memiliki prinsip yang kuat.
“Politisi muda perlu memahami bahwa kesuksesan dalam politik tidak hanya ditentukan oleh usia, melainkan juga oleh kemampuan untuk mengikuti tren dengan tetap memegang prinsip-prinsip moral yang kuat.” Pungkasnya
Kuliah umum ini dihadiri oleh 40 mahasiswa yang antusias mengikuti pemaparan dan diskusi yang digelar. Pengalaman dan wawasan yang dibagikan oleh pak Fadiy diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda dalam mengembangkan diri mereka di dunia politik.(Qan)

