Pembangunan Banyak Terbengkalai, Masyarakat Situjuah Tungka Curhat Ke Nela Abdika Zamri
SEMANGATNEWS.COM – Banyaknya persoalan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat Kenagarian Situjuah Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Masyarakat mengadukan hal tersebut ke Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, drh. Nela Abdika Zamri. Senin 25 Agustus 2025.
Salah satu yang disampaikan Walinagari Situjuah Tungka, Yusrizal dt. Pado terhadap Nela pada saat Sosialisasi Perda Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha kecil yaitu banyaknya pembangunan fisik yang tidak terakomodir akibat efisiensi, diantaranya pembangunan Jalan, Irigasi, RTLH serta masih banyaknya jalan tanah.
” Terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Fajar (M. Fajar Rillah Vesky) yang membawa anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat ke Nagari Kami ini, pembangunan kita banyak yang terganggu karena efisiensi. Masih banyak RTLH, jaringan irigasi kena galoodo masih terbengkalai, sudah diprioritaskan oleh Camat tapi pembangunannya belum terwujud,” ucapnya di halaman Lapangan Volly Ponpes Al-Makmur Nagari Tungkar Kecamatan Situjuah Limo Nagari.
Dengan kehadiran Nela yang merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dua Periode dari Partai Golkar itu, Yusrizal berharap Nagarinya bisa diperhatikan, terutama untuk pembangunan fisik yang tidak diakomodir oleh Pemerintah Daerah.
” Kita harap bantuan buk Nela, terutama untuk jalan ke Pesantren atau menuju lokasi acara kita ini, sebab 300 juta dipotong karena efisiensi, selain itu juga masih banyak jalan banyak yang belum tersentuh pembangunan.” Tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan M. Fajar Rillah Vesky, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, ia menyebut Nela selama ini cukup memberikan perhatian untuk Kabupaten Limapuluh Kota, terutama di Nagari Situjuah Limo Nagari.
” Sebelumnya Nela Abdika Zamri juga menggelar Reses di Kecamatan kita, juga melakukan pembangunan Irigasi di Jorong Padang Ambacang. Selamat datang di Nagari Tungkar, semoga harapan masyarakat yang disampaikan tadi bisa diperjuangkan nantinya,” ucap Politisi Partai Golkar itu.
Fajar juga menambahkan, Pembangunan jalan ke Pesantren sudah diajukan, tapi hilang karena efisiensi.
” Kami harapkan jalan ini bisa segera diperbaiki, kita juga tompangkan harapan ke buk Nela untuk pembangunan jika tidak bisa terakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota,” tambahnya.
Mantan Wartawan penulis Buku Tambiluak itu juga apresiasi dan berterima kepada drh. Nela dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat yang melakukan Sosialisasi Perda (Sosper).
” Terima kasih juga atas Sosialisasi Perda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha Kecil yang juga meliputi Koperasi Desa Merah Putih, sehingga masyarakat paham dan tahu terkait Koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.” Tutupnya.
Sementara drh. Nela Abdika Zamri saat memberikan sambutan menyebutkan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih untuk membantu dan memberantas pinjaman dengan bunga tinggi yang banyak merugikan masyarakat.
” Tujuan Koperasi Merah Putih juga untuk memberantas pinjaman yang banyak merugikan masyarakat, bunga sangat tinggi termasuk pinjol. Dengan Koperasi, mudahan banyak masyarakat yang terbantu,”ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat diwakili M. Sofyan TW mengatakan bahwa Perda Nomor 16 tahun 2019 merupakan Perda Inisiatif anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang akan menguatkan Pelaku Usaha dan UKM.
” Perda ini merupakan Perda inisiatif anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang menggantikan Perda tahun 2006,
Perda ini untuk melindungi dan memberdayakan UKM,” ujarnya.
Sementara terkait Koperasi Desa Merah Putih, ia mengatakan kehadiran Koperasi itu nantinya akan memutus mata rantai barang bersubsidi.
” Nantinya seluruh barang yang disubsidi Negara akan dijual di Koperasi Desa Merah Putih.” Tutupnya.
Sosialisasi Perda tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai unsur, Tokoh Masyarakat, Niniak Mamak, Alim Ulama, KAN, Bamus, Bundo Kanduang dan lainnya. (ARYA)
