Manchester, Semangatnews – Derby Manchester edisi pertama musim 2025/2026 berakhir tanpa perlawanan berarti dari kubu merah kota Manchester. Manchester United harus menanggung malu setelah dibekap Manchester City dengan skor telak 0-3 di Stadion Etihad, Minggu malam waktu setempat.
Manchester City membuka pesta lewat gol Phil Foden di babak pertama. Sementara itu, sang mesin gol Erling Haaland kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol tambahan di paruh kedua. Bagi City, kemenangan ini terasa lengkap karena kiper anyar Gianluigi Donnarumma juga mencatat debut mengesankan dengan beberapa penyelamatan krusial.
Sejak menit awal, City sudah menekan pertahanan MU. Gol pertama lahir pada menit ke-17 ketika Jeremy Doku mengirimkan umpan silang matang ke kotak penalti. Phil Foden yang lolos dari kawalan bek MU berhasil menyundul bola ke gawang, membuat Donnarumma bisa bernapas lega karena tidak kebobolan di debutnya, melainkan rekan-rekannya di lini serang sudah memberi keunggulan.
United mencoba bangkit lewat skema serangan cepat Bruno Fernandes dan Rasmus Højlund. Namun, peluang yang didapat selalu mentah di tangan Donnarumma. City pun semakin percaya diri setelah turun minum.
Erling Haaland, yang sempat kesulitan menemukan ruang di babak pertama, akhirnya menggandakan keunggulan di menit awal babak kedua. Lagi-lagi, Doku berperan penting dengan umpan silang akurat yang disambut Haaland di depan gawang. Skor 2-0 membuat MU semakin tertekan.
Puncak penderitaan MU datang melalui kesalahan fatal Luke Shaw. Bek kiri senior itu salah memberikan umpan di area sendiri. Bola langsung dikuasai Haaland, yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang untuk mencetak brace sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi Manchester City.
Sepanjang laga, MU terlihat kesulitan menjaga konsentrasi. Meski sesekali mengancam lewat tembakan jarak jauh dan pergerakan Højlund, mereka gagal memanfaatkan peluang. City sebaliknya tampil lebih klinis, memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Pelatih MU, Ruben Amorim, tampak kecewa seusai pertandingan. Ia menegaskan bahwa hasil ini bukan semata karena City terlalu kuat, tetapi karena timnya memberi hadiah lewat kesalahan-kesalahan mendasar. “Kami kalah karena blunder kami sendiri. Lawan dengan kualitas seperti City tidak akan pernah membiarkan kesalahan seperti itu tanpa hukuman,” ucapnya.
Bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam upaya mereka merangkak ke papan atas. Dari empat laga, mereka baru mengoleksi empat poin (1 menang, 1 imbang, 2 kalah), dan harus puas terdampar di posisi ke-14 klasemen sementara. City, di sisi lain, naik ke peringkat kedelapan dengan enam poin dan kembali menunjukkan mereka masih salah satu favorit juara.
Derby kali ini sekaligus mempertegas kontras antara kedua tim. Manchester City tampil rapi, efektif, dan memanfaatkan kedalaman skuad dengan baik, termasuk debut sempurna Donnarumma. Sementara itu, Manchester United justru masih terjebak dengan masalah klasik: rapuhnya lini belakang dan kesalahan individu yang berulang. Jika situasi ini tidak segera diperbaiki, Setan Merah berisiko mengulang musim mengecewakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
